Agam, Wartapatroli.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, dibawah nahkoda bupati Ir H Benni Warlis, meluncurkan Program Unggulan (Progul-red) “Sawah Pokok Murah” (SPM-red) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan.
Program ini digagas oleh Bupati Agam, Ir H Benni Warlis bersama pihak terkait sebagai bagian dari Program unggulan (Progul) Daerah.
Apa itu Sawah Pokok Murah?
Beberapa poin penting dari metode ini:
Meminimalkan Pengolahan lahan secara berat seperti membajak atau mencangkul secara tradisional, sehingga menekan biaya tenaga kerja dan alat.
Dengan mengedepankan materiak yang ada Menggunakan jerami setelah panen sebagai Mulsa, tidak membakar jerami, yang membantu menghambat Gulma dan memperbaiki kondisi tanah.
Mengurangi penggunaan Pupuk Anorganik dan Pestisida, sehingga biaya Produksi bisa ditekan lebih rendah.
Penerapan metode seperti tanpa olah tanah (TOT) dan menanam dengan sistem satu batang (SRI-like) agar produktivitas lebih baik.
Capaian & Dampak
Beberapa hasil yang telah tercatat:
Program telah diterapkan di sebagian besar nagari di Agam — tercatat 86 dari 92 nagari telah melaksanakan “Sekolah Lapang” SPM sampai tengah tahun.
Contoh hasil panen: Pada 2 September 2025 di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, dari metode SPM diperoleh produktivitas rata-rata 8,56 ton/hektar dibanding metode konvensional.

Data monitoring per 14 Oktober 2025 menunjukkan rata-rata hasil SPM mencapai 6,80 ton/ha dibanding metode konvensional 5,52 ton/ha.
Di Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, hasil SPM mencapai 8,1 ton gabah kering giling per hektar, sedangkan konvensional hanya 4,9 ton/ha.
Manfaat bagi Petani & Lingkungan
Biaya produksi lebih rendah petani bisa memperoleh margin yang lebih baik.
Produktivitas meningkat artinya output per lahan naik.
Praktik ramah lingkungan: jerami tidak dibakar, tanah tidak terus-terusan tergenang air, sehingga kondisi tanah dan ekosistem sawah bisa lebih sehat.
Program ini juga menjadi model/pilot bagi daerah-lain untuk belajar.
Tantangan & Catatan
Meskipun banyak lokasi menunjukkan peningkatan, masih terdapat lokasi yang belum menunjukkan hasil yang lebih baik dibanding metode konvensional.
Pemanfaatan dana nagari, koordinasi dengan berbagai pihak (kelompok tani, penyuluh, perangkat nagari) menjadi penting agar program berjalan lancar.

Perlu dukungan dalam hal penyediaan bibit unggul, irigasi, dan pembinaan teknis agar metode ini terus berkembang.
Kesimpulan
Program Sawah Pokok Murah di Kabupaten Agam menunjukkan bahwa inovasi sederhana namun tepat sasaran dapat memberikan hasil nyata: penurunan biaya produksi, peningkatan produktivitas, dan manfaat lingkungan. Dengan dukungan pemerintah daerah, petani, dan stakeholder lainnya, SPM berpotensi menjadi model pertanian berkelanjutan dan lebih sejahtera.
Disini beberapa daerah yang sukses melaksanakan program Sawah Pokok Murah di Kabupaten Agam adalah Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari.
Nagari ini dinilai berhasil karena:
Petani aktif berpartisipasi dalam pengelolaan lahan secara kolektif.
Harga sewa lahan dan bibit ditetapkan dengan sistem gotong royong, sehingga biaya produksi jauh lebih rendah.
Hasil panen meningkat berkat pendampingan dari penyuluh pertanian dan bantuan pupuk bersubsidi.
Pemerintah nagari dan kelompok tani kompak menjaga keberlanjutan program dengan sistem tanam bergilir dan distribusi hasil yang adil.
Program ini juga menjadi contoh bagi nagari lain di Agam seperti Nagari Kubang Putiah (Banuhampu) dan Nagari Tiku Selatan (Tanjung Mutiara) yang kini mulai mengadopsi pola serupa.(Bagindo)












