Lubuk Basung, wartapatroli.com – Secercah sinar dan lembutnya embun pagi seakan menyejukan Aula Bappeda Kabupaten Agam, Selasa (4/11), yang seolah menjadi saksi lahirnya harapan baru. Di ruang sederhana namun penuh makna itu, 39 kepala sekolah dan guru dari berbagai pelosok Kabupaten Agam menerima ijazah strata dua (S2) dari Universitas Negeri Padang (UNP).
Mereka bukan sekadar penerima gelar, melainkan penjaga api pengetahuan yang menyalakan cahaya di ruang-ruang kelas, di antara semangat anak-anak bangsa.
Penyerahan ijazah dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. Mhd. Lutfi, bersama Prof. Indang Dewata, Direktur Sekolah Pascasarjana UNP. Di hadapan para pendidik yang duduk berbaris rapi, senyum dan haru berpadu dalam harmoni yang sulit digambarkan kata.
“Pemerintah daerah Kabupaten Agam akan terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di segala sektor, terutama di sektor Pendidikan yang notabene jantung pembangunan,” ungkap Dr. Mhd. Lutfi, lirih namun tegas.
Suasana terasa syahdu ketika Prof. Indang Dewata menimpali dengan nada penuh kebanggaan.

“Para pendidik ini adalah cermin kesungguhan. Mereka belajar bukan untuk gelar, tapi demi masa depan yang lebih cerah bagi generasi berikutnya.” ujar Profesor UNP ini saat menjawab wartapatroli.com Selasa (4/11) dengan penuh keramahan.
Para guru dan kepala sekolah ini sebelumnya telah diwisuda oleh UNP setelah menamatkan studi pada Program Magister Teknologi Pendidikan. Namun penyerahan ijazah di tanah kelahiran sendiri menghadirkan rasa yang berbeda, rasa pulang, rasa diakui, rasa diterima.
Sejenak, aula itu menjadi ruang refleksi: tentang perjalanan panjang di antara lembar-lembar buku, malam-malam tanpa tidur, dan doa yang tak pernah usai.
Dengan langkah pelan namun pasti, Kabupaten Agam kembali menulis sejarah kecilnya bahwa pendidikan bukan sekadar angka dan sertifikat, melainkan perjalanan batin menuju cahaya ilmu yang abadi.(Bagindo)




