Pasaman Barat, Wartapatroli.com –Kini dunia pendidikan Kabupaten pasaman barat kembali mendapat sorotan tajam. Sebuah video berdurasi singkat yang memperlihatkan aksi perkelahian dua pelajar yang berbeda sekolah, pelajar MTsN beredar luas di media sosial dan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.
Dari informasi yang diperoleh wartapatroli.com, insiden itu terjadi pada jumat 14 November 2025, antara pelajar MTsN 6 pasaman barat yang berada di Air balam kecamatan koto Balingka dengan pelajar dari Air bangis kecamatan sungai beremas, dari sekolah mananya belum di ketahui,menurut informasi yang pelajar dari air bangis ini ada juga mereka membawa yang bukan pelajar setatusnya, melalui WA antara mereka membuat janji dan mereka bertemu di Jorong selawai timur Air bangis pas pulang sekolah dan hebat nya lagi mereka tidak lagi mamakai pakaian sekolah untuk bertemu, sangat pintarnya mereka manganti dulu seragam sekolah mereka baru bertemu di tempat mereka sepakati dan mereka telah berjanji bertemu, sesampai bertemu dan terjadi perkelahian Dalam video tersebut, terlihat dua pelajar perempuan yang beda sekolah saling adu jotos sementara sejumlah rekan sejawat justru menonton tanpa berusaha melerai.
Aksi tak terpuji ini sontak menuai kecaman dari berbagai pihak. Pasalnya, perilaku kekerasan di lingkungan pendidikan tidak hanya mencoreng nama baik sekolah, tetapi juga menandakan rendahnya pengawasan dan pembinaan karakter siswa di lembaga pendidikan.
“Pemerintah daerah harus segera turun tangan. Jangan hanya diam menunggu kasus viral baru bertindak,” ujar salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.
Kritikan juga diarahkan pada pihak sekolah dan orang tua yang dinilai kurang aktif menanamkan nilai moral dan etika pada anak-anak.
“Anak-anak sekarang lebih mudah terpengaruh lingkungan dan media sosial. Kalau tidak dibina sejak dini, kekerasan akan dianggap hal biasa,” tambahnya.
Sayangnya, ketika dikonfirmasi oleh wartapatroli.com, pihak kepala sekolah MTsN 6 pasaman barat Air balam belum dapat dimintai keterangan karena sedang melakukan dinas luar ke padang.
Publik berharap pemerintah daerah segera menindak tegas pelaku serta memperkuat program pembinaan karakter di sekolah, agar dunia pendidikan di pasaman barat kembali bersih dari aksi-aksi kekerasan yang mencoreng citra pelajar untuk seterusnya dan tidak terjadi lagi.(Ari)












