Agam  

Akses Transportasi Lubuk Basung–Maninjau–Bukittinggi Kembali Putus, Alam Seakan Belum Usai Menangis

Agam, Wartapatroli.com, – Baru sehari ruas lajur penghubung Lubuk Basung Bukittinggi bernapas lega setelah pembersihan material longsor, namun pada Sabtu (6/12) Akses itu kembali terputus setelah pembersihan material longsor, hujan lebat kembali menurunkan tirai gelap di atas Danau Maninjau dan seolah membawa kabar bahwa duka belum benar-benar berlalu.

Air bah dan longsor susulan menyerbu berbagai titik. Koto Malintang, Koto Kaciak, hingga Bayuan kembali terendam. Pasar Maninjau yang biasanya sibuk menjelang malam, sore itu justru sunyi oleh genangan yang perlahan meninggi.

Ruas kelok 8–10 di Kelok 44 tak luput dari guguran tanah. Di Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, tanah kembali bergerak. Di Panta sampai Batas Kota Bukittinggi, tepatnya Kampuang Pisang, longsor juga dilaporkan terjadi. Hujan lebat yang mengguyur sejak siang seperti memecahkan pertahanan alam yang sudah rapuh setelah sepekan digempur bencana.

Jembatan darurat hasil gotong royong warga di Panta, Matur yang sebelumnya menjadi harapan satu-satunya penyambung akses kini juga terdampak, menyisakan kekhawatiran baru bagi masyarakat.

“Akses jalan menuju Bukittinggi dari Lubuk Basung kembali terganggu akibat luapan banjir dan longsor,” tutur Mawardi, Hendri, dan Syamsu, warga Maninjau kepada Wartapatroli.com.
Suara mereka seperti mengandung kelelahan yang tak terlihat, setelah beberapa hari bertahan dengan kondisi cuaca yang tak kunjung ramah.

Luapan banjir merendam ruas jalan provinsi dari Muko-Muko hingga Maninjau. Air setinggi 1 meter melintang di badan jalan memantulkan bayangan lampu kendaraan yang terhenti tanpa tahu kapan bisa bergerak kembali.

“Bagi warga yang berniat ke Bukittinggi dari Lubukbasung, disarankan mencari jalur lain,” imbuh mereka.

Sepekan terakhir, Agam seperti berada dalam pelukan cuaca yang tak lagi bersahabat. Deretan bencana hidrometeorologi terus memukul banjir, longsor, tanah bergerak, hingga angin kencang.
Akses Maninjau – Bukittinggi yang baru saja pulih kemarin, kembali lumpuh hari ini – menjadi simbol bahwa pemulihan masih panjang, dan kewaspadaan belum boleh longgar.

Di tengah gemuruh hujan, masyarakat hanya bisa berharap: semoga esok lebih cerah, semoga jalan kembali pulih, dan semoga alam kembali menutup luka-lukanya yang belum kering.(Bagindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *