Akses Utama Jorong Sikabau Terancam Putus, Warga Minta Pemerintah Segera Bertindak

Padaman Barat, Wartapatroli.com, – Kondisi jalan utama di Jorong Sikabau, Nagari Ranah Koto Tinggi, Kecamatan Koto Balingka, semakin mengkhawatirkan. Satu-satunya akses masyarakat itu terancam putus total setelah badan jalan amblas di sejumlah titik dan jembatan besi yang menghubungkan wilayah tersebut tampak menggantung serta nyaris tak layak dilalui.
Warga menyebut kerusakan mulai terjadi sejak beberapa waktu terakhir dan semakin parah dalam beberapa hari terakhir akibat tingginya intensitas hujan. Tanah di bawah badan jalan terus tergerus, sementara struktur jembatan besi kehilangan tumpuan sehingga tidak stabil.
“Ini jalan satu-satunya bagi kami. Setiap hari kondisinya makin parah. Kami khawatir suatu waktu benar-benar putus dan tidak bisa dilalui lagi,” ujar seorang warga setempat, Selasa (25/11).
Pantauan wartapatroli.com Di beberapa titik, badan jalan mengalami longsor, meninggalkan lubang dan rekahan yang semakin melebar. Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat dan membahayakan pengendara, terutama pada malam hari. Sejumlah warga bahkan memilih berjalan kaki di area rawan longsor untuk menghindari risiko kecelakaan.
Masyarakat Sikabau meminta pemerintah nagari, kecamatan, hingga pemerintah kabupaten untuk memberikan perhatian serius. Mereka menilai, jika akses utama benar-benar terputus, ratusan keluarga berpotensi terisolasi. Pelayanan kesehatan, pendidikan, dan distribusi logistik dipastikan akan terdampak langsung. “Kami hanya ingin ada tindakan cepat. Jangan sampai putus total baru ada perbaikan,” kata warga lainnya.
Warga menegaskan bahwa kondisi ini sudah dalam kategori darurat. Mereka berharap pemerintah segera meninjau lokasi dan mengambil langkah penanganan, mulai dari perbaikan sementara untuk menjaga akses tetap terbuka hingga perencanaan rehabilitasi permanen.
Masyarakat meminta agar keselamatan publik menjadi prioritas, mengingat jalan utama ini merupakan jalur vital bagi aktivitas sosial dan ekonomi di Jorong Sikabau.(Ari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *