Agam . Wartapatroli.com. Kepedulian kembali mengalir bagi para korban banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kali ini, perhatian datang dari Alumni SMA Negeri 2 Lubuk Basung, yang menyalurkan bantuan senilai Rp5 juta untuk 32 siswa yang menjadi korban terdampak bencana.
Penyerahan bantuan berlangsung di lingkungan sekolah dan diterima oleh Kepala SMA Negeri 2 Lubuk Basung, Zulkifli, S.Pd., M.Pd., yang diwakili oleh Wakil Kepala Bidang Humas, Ermawati, S.Pd. Bantuan diberikan langsung oleh perwakilan alumni, Randi, didampingi sejumlah alumni lainnya, Lisa Afriyeni, Windra Purnama, Ike Yusrianti, Desi Pianetri, Marisa, serta dua alumni angkatan 2010. Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Ketua Komite Sekolah, Putra Utama.
Perwakilan alumni, Lisa Afriyeni, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan ikatan emosional antaralumni serta rasa tanggung jawab moral untuk membantu adik-adik mereka di masa sulit.
Benar, kami telah menyerahkan bantuan kepada pihak sekolah. Bantuan ini diperuntukkan bagi siswa SMA Negeri 2 Lubuk Basung yang terdampak bencana. Semoga dapat meringankan kebutuhan mereka,” ujarnya.
Banjir bandang dan longsor yang terjadi beberapa hari terakhir telah menimbulkan kerusakan parah di berbagai wilayah Kabupaten Agam. Tidak hanya merusak rumah dan fasilitas umum, bencana ini juga berdampak pada kehidupan para pelajar yang kini harus tetap berjuang melanjutkan pendidikan di tengah keterbatasan.
Di sisi lain, aksi para alumni ini menjadi sinyal kuat bahwa kepedulian tidak boleh padam. Dalam situasi bencana, sekecil apa pun bantuan dapat menjadi harapan bagi mereka yang terdampak. Kehangatan solidaritas itu tampak dari antusias para alumni yang hadir dan keinginan mereka untuk terus mengajak pihak lain agar turut membantu.
Lisa Afriyeni juga mengajak seluruh alumni SMA Negeri 2 Lubuk Basung untuk tidak tinggal diam.
Kami berharap lebih banyak alumni yang tergerak membantu saudara-saudara kita yang sedang ditimpa musibah. Saat ini adalah waktunya untuk saling menguatkan,” tambahnya.
Aksi solidaritas ini diharapkan dapat menggugah banyak pihak untuk bersama-sama meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten Agam. Musibah yang terjadi menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan kepedulian adalah kunci dalam menghadapi masa-masa sulit. (Al Guru)












