Agam  

Amukan Senja “Sigulambai” Hanguskan Ruko Wasnita.

Agam, Wartapatroli.com –
Di saat senja belum sepenuhnya menutup langit Lubuk Basung, amarah Sigulambai (Api Besar-red) tiba-tiba bangkit dari keheningan.

Kobaran sigulambai melahap satu unit ruko permanen dua pintu di Rimbo Guntuang, Jorong Baru Hampar, Nagari Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Kamis (8/1).

Api menyambar tanpa ampun. Bangunan yang selama ini menjadi tempat usaha pelaminan dan PND itu luluh lantak, lenyap ditelan bara. Yang tersisa hanyalah puing-puing menghitam dan bau hangus yang menyayat udara sore.

Untungnya tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun luka materi terbilang dalam kerugian ditaksir mencapai Rp 800 juta. Nilai yang tak sekadar angka, melainkan jejak kerja dan harapan yang hangus dalam sekejap.

Petugas pemadam kebakaran berjibaku hampir satu jam melawan keganasan api. Sirene meraung, selang air membelah asap hitam pekat yang membumbung tinggi, menutup pandangan dan mengguncang kepanikan warga sekitar.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Agam, Fauzi, pada Wartapatrolu.com Kamis (8/1) mengungkapkan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 16.00 WIB. Beberapa unit armada segera dikerahkan, berpacu dengan waktu untuk mencegah api merambat ke bangunan lain di kawasan padat permukiman.

“Bangunan ruko beserta seluruh isinya hangus terbakar. Api baru berhasil dipadamkan setelah hampir satu jam upaya pemadaman,” ujar Fauzi.

Ruko tersebut diketahui milik Wasnita (50), seorang ibu rumah tangga yang menggantungkan penghidupan dari usaha pelaminan dan PND. Dalam hitungan menit, usaha yang dibangun bertahun-tahun runtuh tak bersisa.

Saksi mata menuturkan, api membesar dengan cepat. Asap hitam pekat membuat warga berteriak, sebagian berlarian menyelamatkan diri, sebagian lain hanya bisa terpaku menyaksikan keganasan yang tak terbendung “Api tiba-tiba membesar Asap hitam tebal membuat warga panik dan berteriak minta tolong,” tutur seorang warga dengan suara bergetar.

Keterangan sementara menyebutkan kebakaran diduga dipicu oleh ledakan kompor di dalam ruko.Namun, penyebab pasti masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Kini, puing-puing arang yang membisu berdiri sebagai saksi. Ia menjadi pengingat pahit bahwa di tengah denyut kawasan usaha dan permukiman padat, kewaspadaan terhadap api adalah harga yang tak boleh diabaikan sebab sekali lengah, senja bisa berubah menjadi bencana.(Bagindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *