Agam, Wartapatroli.com, – Danau Maninjau kembali menorehkan satu babak kelam namun puitis dalam perjalanan alamnya. Pantauan Wartapatroli.com, Senin (24/11) sore, tepat pada pukul 15.30 WIB, angin kencang disertai hujan deras menerjang kawasan perairan yang dikelilingi bukit itu. Hembusan angin datang dari arah Muko-Muko, menyeberangi permukaan danau dengan hentakan besar, lalu menghantam pantai timur Danau Maninjau seperti orkestra alam yang tiba-tiba dimainkan dengan tempo tak terkendali.
Gelombang yang semula tenang berubah menjadi riak berlapis, sementara dedaunan berputar seperti lembaran-lembaran naskah tua yang diterbangkan dari panggung drama klasik. Warga yang berada di sekitar danau menyaksikan badai besar itu dengan waspada, sebagian berlari mencari perlindungan, sebagian lainnya memandang langit yang menggelap seakan mendengar bisikan takdir dari penjuru alam.
Di tengah kepanikan, doa-doa pun bergema.
“Semoga badai cepat berlalu, dan kami berlindung kepada Allah dari keburukan yang dibawa angin,” ucap beberapa warga, menengadahkan harap pada Yang Maha Menenangkan, semoga perlindungan-Nya tetap menaungi Danau Maninjau dan seluruh jiwa di sekitarnya.
Meski cuaca sempat memburuk, hingga berita ini diturunkan belum ada laporan kerusakan berat maupun korban jiwa. Namun suasana mencekam sore itu membekas sebagai pengingat bahwa alam, dengan segala keelokan dan keagungannya, juga menyimpan babak-babak dahsyat yang tak dapat diterka.
Danau Maninjau, yang biasanya memantulkan cahaya lembut dari lereng-lereng hijau, sore ini seperti lukisan klasik yang terobek angin. Tetapi sebagaimana setiap badai dalam dongeng kuno, ada harapan yang tetap menyala bahwa setelah gelap yang mengamuk, ketenangan akan kembali turun seperti tirai penutup dari sebuah pementasan agung ciptaan Sang Khalik.
Semoga Allah SWT melindungi kita semua.(Hen Tanjung)












