Daerah  

Banjir Besar Menerjang Salayo, Kekuatan Air Menggulung Kabupaten Solok

Kabupaten Solok, Wartapatroli.com, – Gelap dini hari di Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, pecah oleh suara gemuruh air yang datang tak diundang. Pada Selasa (25/11), dua sungai yang selama ini menghidupi masyarakat Batang Kambang dan Batang Gawan berubah menjadi kekuatan kolosal yang menerjang pemukiman, ladang, dan ternak warga.

Dalam investigasi awal, banjir yang melanda tiga jorong paling parah Galanggang Tangah, Sawah Suduik, dan Batu Plano terjadi ketika debit air sungai meningkat drastis sejak pukul 02.00 WIB. Ketika warga masih lelap, air perlahan menjalar ke jalanan, halaman rumah, lalu menenggelamkan kawasan dengan ketinggian mencapai lebih dari satu meter.

Sekretaris Wali Nagari Salayo, Etra, mengungkapkan bahwa luapan dua sungai itu terjadi hampir bersamaan, menciptakan arus kuat yang menghantam dari dua arah. “Sebanyak 500 kepala keluarga dengan seribuan jiwa terdampak. Tak hanya rumah, 15 hektare sawah yang sudah memasuki masa panen dan 70 ekor ternak bebek milik warga ikut hanyut,” kata Etra kepada Sumbarkita.

Dari penelusuran di lapangan, banjir tidak hanya disebabkan curah hujan tinggi, tetapi juga alur sungai yang menyempit oleh sedimentasi, serta minimnya ruang resapan di area hulu. Air yang biasanya tertahan oleh vegetasi kini meluncur tanpa perlawanan, menjadikan dataran rendah sebagai mangsa pertama.

Pemerintah nagari bergerak cepat. Kelompok Siaga Bencana (KSB) dikerahkan untuk mengevakuasi warga, mendirikan titik pengungsian darurat, serta mengatur distribusi logistik. Di beberapa lokasi, tim gabungan tampak memetakan wilayah yang berpotensi longsor akibat tanah yang mulai jenuh oleh air.

Bencana ini menunjukkan betapa rapuhnya sistem hidrologi di kawasan tersebut ketika berhadapan dengan cuaca ekstrem. Air bukan lagi sekadar elemen alam, tetapi kekuatan besar yang mampu mengubah wajah nagari dalam hitungan jam.

Kini, setelah air mulai surut, pekerjaan investigasi lanjutan menanti: memperjelas penyebab utama, memperbaiki sistem mitigasi, dan mengembalikan harapan warga yang hancur diterjang arus. Nagari Salayo belum pulih, namun semangat untuk bangkit mulai mengalir kembali, perlahan, seperti sungai yang mencoba kembali ke jalurnya.(Bagindo/int)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *