Bayangan Pagi di Kampung Tangah “Senyap yang Mengabarkan Duka”

Padang Pariaman, Wartapatroli.com, – Warga Kampung Tangah Nagari III Koto Aur Malintang Timur terbangun oleh pagi yang tidak biasa. Kabut tipis yang biasanya membawa kesejukan justru menyimpan kabar yang menggigit hati. Rabu (19/11) sekitar pukul 06.30 WIB, warga dikejutkan oleh penemuan seorang pria yang telah meninggalkan dunia dalam sunyi, dengan leher terlilit seutas tali tergantung pada sebatang pohon alpukat di sisi kanan sebuah rumah tua.

Dialah Indra Jaya (45), warga kampung itu sendiri. Empat hari sebelumnya ia menginjakan kaki di kampung halaman pulang dari tanah rantau kota Jepara, seakan membawa harapan baru setelah perjalanan panjang. Namun pagi itu, harapan yang sempat kembali justru layu di antara dedaunan basah.

Penemuan ini bermula ketika salah seorang warga hendak menuju kamar mandi di rumah nenek korban. Langkah yang awalnya rutin berubah menjadi teriakan tertahan ketika mendapati sesosok tubuh diam menggantung di antara ranting kering pepohonan itu.

Kapolsek IV Koto Aur Malintang, Iptu Muhammad Basir, membenarkan kejadian tersebut.

“Warga terkejut melihat korban sudah tergantung di pohon alpukat di sisi kanan rumah. Setelah itu, korban diturunkan dan dilaporkan ke Polsek IV Koto Aur Malintang,” ungkapnya,saat dikonfirmasi awak media.

Pagi itu, Kampung Tangah berubah menjadi panggung sunyi. Warga berkumpul, tapi tak banyak kata yang terucap. Hanya desir angin dan helaan napas panjang menemani proses evakuasi.

Di balik garis polisi, tersisa tanya yang berputar di benak masyarakat apa yang sesungguhnya terjadi..? Jawabannya kini menunggu melalui penyelidikan yang tengah berlangsung.

Namun bagi kampung kecil itu, hari tersebut akan dikenang sebagai pagi ketika dingin kabut membawa bukan kesejukan, melainkan duka yang menetes perlahan, seperti embun yang jatuh dari daun alpukat tua di halaman rumah dimana korban dilahirkan.(Bagindo/int)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *