Agam, Wartapatroli.com, – Pemerintah Daerah Kabupaten Agam melalui BPBD kembali bergerak cepat menangani bencana pohon tumbang yang terjadi di Padang Cakua, Jorong Bawan Tuo, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Jumat (21/11) sekitar pukul 02.30 WIB. Meski demikian, peristiwa tersebut memunculkan kembali pertanyaan lama warga terkait kesiapsiagaan dan pemeliharaan rutin di kawasan rawan bencana.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Gafur, mengungkapkan bahwa pohon tumbang dipicu hujan deras disertai angin kencang. “Material pohon menutup penuh badan jalan, bahkan menimpa kabel Telkom. Tim langsung kami kerahkan untuk evakuasi,” ujarnya.
Tidak hanya menghambat akses kendaraan di jalur tersebut, batang pohon besar yang melintang di jalan juga memicu kecelakaan lalu lintas. Sebuah mobil L300 bertabrakan dengan truk akibat kondisi jalan yang gelap dan tertutup material, sebelum akhirnya warga bersama personel BPBD melakukan pembersihan.
Di balik proses penanganan yang berlangsung cepat itu, sebagian warga tetap menyuarakan kekecewaan mereka. Menurut warga, kondisi pohon tua di sepanjang jalur tersebut sudah lama dikeluhkan karena dianggap rawan tumbang, namun belum mendapatkan perhatian jelas dari instansi terkait.
“Setiap musim hujan, kami selalu was-was. Baru setelah kejadian seperti ini ada aksi. Kita harapkan bukan hanya reaktif, tapi juga ada pemangkasan rutin,” kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga berharap agar peristiwa ini menjadi evaluasi bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan tindakan pencegahan, bukan sekadar penanganan setelah kejadian. Sebab, keselamatan pengguna jalan dinilai tidak dapat ditunda atau diserahkan pada cuaca semata.
BPBD Agam memastikan pembersihan material pohon selesai dilakukan dini hari tadi, dan akses jalan telah kembali normal. Namun, kritik masyarakat tampaknya menjadi catatan yang perlu ditindaklanjuti agar kejadian serupa tidak terus terulang dari tahun ke tahun.(Bagindo/int)












