Agam  

Bupati Agam Benni Warlis dan Mahyeldi Ansharullah Lakukan Grebek Sahur Penuh Keberkahan di Lubuk Basung

Agam, Wartapatroli.com – Tidak ada angin tidak ada hujan ditengah keheningan malam dini hari Subarang Tangah, kenagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sabtu (21/2), berubah jadi malam yang istimewa.

Betapa tidak, disaat warga bersiap menyantap sahur di bulan suci Ramadan, tiba tiba hunian sederhana milik Leni (32) mendadak kedatangan tamu Dua Pemimpin Religi yang tak disangka.

Tanpa ada aba aba apapun, mendadak Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, bersama Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, hadir dalam agenda “Grebek Sahur” yang sarat makna religius dan kepedulian sosial.

Kedatangan dua pemimpin daerah itu bukan untuk seremoni semata. Mereka hadir dengan membawa makanan sahur sendiri, sebagai bentuk empati agar tidak membebani tuan rumah.

Di rumah yang hanya memiliki satu ruangan tersebut, rombongan duduk bersila bersama keluarga Leni, menikmati santap sahur dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Momentum sahur itu menjadi lebih dari sekadar makan bersama. Dalam perbincangan ringan namun penuh makna, terselip doa dan harapan agar Ramadan menjadi bulan keberkahan, khususnya bagi keluarga yang tengah diuji keterbatasan ekonomi.

Menurut pantauan Wartapatroli.com kegiatan ini dilakukan merupakan salah satu wujud nyata implementasi kepedulian terhadap konstituen, tidak hanya itu, pada kesempatan ini Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi menyerahkan bantuan bedah rumah sebesar Rp 25 juta dari Baznas Sumbar, Rp 2,5 juta dari Bank Nagari Cabang Lubuk Basung, serta tambahan dukungan berupa uang tunai dari Bupati Agam dan sejumlah OPD Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu Leni dan keluarga memiliki hunian yang lebih layak, sehingga dapat menjalani kehidupan dengan lebih nyaman dan bermartabat.

Grebek Sahur ini menjadi gambaran bahwa kepemimpinan bukan hanya hadir di ruang-ruang rapat dan forum resmi, tetapi juga menyentuh langsung masyarakat, terutama di bulan suci yang penuh rahmat dan ampunan.

Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, namun juga momentum mempererat silaturahmi, menumbuhkan empati, serta menebar kebaikan bagi sesama. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial terasa begitu nyata di tengah masyarakat.(Bagindo/int)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *