Agam, Wartapatroli.com – Didorong rasa kepedulian dan empati yang tinggi terhadap konstituental Bupati Agam, Beni Warlis, melakukan konsultasi ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Jakarta, Rabu (18/2), guna mendorong percepatan rehabilitasi infrastruktur Kabupaten Agam pascabencana hidrometeorologi 2025 yang memicu longsor dan banjir bandang.
Dalam kunjungan tersebut, Beni Warlis yang didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Agam, Ofrizon, ST, bertemu dengan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum (Dirjen PI) Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra, beserta jajaran untuk membahas dukungan pembiayaan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur vital yang rusak akibat bencana.
Pada kesempatan ini Bupati Agam menyampaikan, kerusakan infrastruktur seperti jalan, jembatan, jaringan irigasi pertanian, serta sarana air bersih berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, hingga akses pelayanan dasar.
“Kami berharap pemerintah pusat melalui skema penganggaran infrastruktur agar pemulihan jalan, jembatan gantung, irigasi, dan air bersih dapat segera direalisasikan. Ini menyangkut kebutuhan dasar dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Beni Warlis.
Disebutkan, bencana hidrometeorologi yang terjadi sepanjang November–Desember 2025 hingga Januari 2026 mengakibatkan 13 kecamatan di Kabupaten Agam terdampak, dengan enam kecamatan mengalami kerusakan parah. Kabupaten Agam bahkan tercatat sebagai daerah paling terdampak dalam periode tersebut.
Adapun usulan yang diajukan Pemerintah Kabupaten Agam meliputi perbaikan dan pembangunan kembali ruas jalan kabupaten yang terdampak banjir dan longsor, pembangunan jembatan gantung di wilayah terisolir, rehabilitasi jaringan irigasi pertanian, serta pemulihan sarana air bersih bagi masyarakat.
Beni Warlis menegaskan, Pemkab Agam telah menyiapkan dokumen teknis dan data pendukung sebagai bahan pertimbangan dalam proses penganggaran di tingkat kementerian.
Sementara itu, Rachman Arief Dienaputra menyambut baik usulan tersebut dan menyatakan pihaknya akan melakukan kajian lebih lanjut sesuai mekanisme dan prioritas nasional yang berlaku. Ia juga menegaskan, sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto, penanganan infrastruktur terdampak bencana menjadi prioritas yang akan dilaksanakan sesuai skema yang telah ditetapkan.
Diharapkan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur terdampak bencana di Kabupaten Agam dapat berjalan lebih cepat, sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dan program pengembangan potensi ekonomi daerah dapat kembali berjalan optimal.,(Bagindo/int)












