Pasaman Barat, – Wartapatroli.com – Musim hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah titik menuju air bangis kecamatan sungai beremas kabupaten pasaman barat tepatnya di ujung pasaman barat. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas Pasar air bangis yang kini terlihat lebih lengang dibanding hari biasanya, sabtu (29-11/2025).
Pantauan wartapatroli.Com Sejumlah pedagang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan barang, terutama cabe, sayur-mayur dan kebutuhan harian lain yang di datangkan dari daerah lain. Banyak jenis sayuran yang biasanya melimpah kini kosong atau jumlahnya sangat terbatas. Akibatnya, harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan signifikan karena jalur distribusi menuju pasar terputus oleh banjir dan longsor di berbagai titik di pasaman barat maupun di daerah lain.
Salah seorang pedagang cabe Ranti menyampaikan semenjak banjir dan longsor kami pedagang payah mendapatkan cabe dan harganya sangat tinggi. Ungkapnya
Sementara para pembeli menyampaikan harga cabe merah berkisar Rp. 160.000 per kilogram dan cabe rawit Rp 110.000 per kilo, setara dengan harga daging, dengan kondisi seperti saat ini, kami tidak sanggup tuk membeli, sementara kami yang berada di pesisir, sementara penghasilan suami kami pencari ikan si laut sebagai nelayan, semenjak hujan disertai badai udah 1 minggu lebih tidak bisa melaut karnanya untuk membeli kebutuhan sehari sahari kami ber utang ke warung karna tidak adanya pengahasilan suami krna tidak bisa melaut. Ungkapnya.
Warga berharap akses jalan segera kembali normal agar pasokan kembali lancar dan harga kebutuhan pokok dapat stabil seperti semula dan para nelayan air bangis bisa kelaut kembali, Pemerintah dan pihak terkait juga tengah melakukan upaya pembersihan dan perbaikan jalan yang terdampak untuk mempercepat proses distribusi.(Ari)
Cuaca Ekstrim, Sembako Melunjak Di Pasaman Barat












