Padang, Wartapatroli.com, – Di sudut sunyi sebuah masjid di Kota Padang, ruang yang seharusnya menjadi tempat doa justru berubah menjadi saksi bisu peristiwa yang mengguncang nurani publik. Seorang guru SMA, figur yang selama ini berdiri di ruang kelas sebagai teladan moral, tertangkap basah dalam dugaan perbuatan mesum sesama jenis bersama seorang pemuda.
Namun, di balik kegemparan yang bergema di ruang publik dan media sosial, hukum justru berdiri di persimpangan sunyi menunggu suara yang mungkin tak pernah datang laporan dari pihak yang merasa dirugikan.
Berdasarkan informasi yang dikutip Wartapatroli.com, disalah satu akun Facebook Senin (15/12) mengatakan “Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang menyatakan, peristiwa tersebut berpeluang berakhir tanpa proses hukum pidana apabila tidak ada aduan resmi dari pihak keluarga. Kepala Satpol PP Padang, Chandra Eka Putra, menegaskan bahwa lembaganya tidak memiliki kewenangan untuk menjerat pelaku ke ranah pidana.
“Jika istri guru yang bersangkutan maupun keluarga pemuda tersebut tidak merasa dirugikan dan tidak melapor ke kepolisian, maka Satpol PP hanya akan memulangkan keduanya kepada keluarga masing-masing,” ujar Chandra, Senin (15/12).
Pernyataan itu seolah menjadi palu sunyi yang mengetuk batas tipis antara norma sosial dan hukum positif. Di negeri yang menjunjung nilai adat dan agama, sebuah peristiwa yang dianggap mencederai ruang sakral justru dapat menguap tanpa jejak hukum bukan karena tak terjadi, melainkan karena tak dilaporkan.
Kasus ini membuka tabir ironi penegakan hukum: ketika kegaduhan publik tak selalu sejalan dengan mekanisme hukum, dan rasa malu sering kali lebih kuat daripada keberanian melapor. Di sisi lain, aparat penegak perda hanya berdiri sebagai penjaga ketertiban administratif, bukan hakim moral atau penentu pidana.
Masjid kembali sunyi. Kegemparan perlahan mereda. Namun pertanyaan tetap menggantung di udara Padang, apakah hukum benar-benar selesai ketika semua pihak memilih diam..?
Atau justru, diam itu sendiri adalah vonis sosial yang paling panjang.(Bagindo/int)












