Agam  

Di Antara Tenda dan Harapan, Ribuan Warga Agam Masih Bertahan

Agam, Wartapatroli.com, – Malam kembali turun perlahan di Kabupaten Agam. Di balik cahaya lampu darurat dan suara angin yang menyusup di sela tenda pengungsian, ribuan warga masih bertahan, menunggu kepastian yang belum sepenuhnya pulih. Hingga Senin (15/12) malam, Pemerintah Kabupaten Agam mencatat sebanyak 4.330 jiwa masih hidup dalam ketidakpastian pascabanjir bandang yang mengoyak ruang hidup mereka.

Di tengah duka yang belum sepenuhnya reda, secercah harapan mulai tumbuh. Sebanyak 358 warga perlahan melangkah pulang ke rumah masing-masing, seiring membaiknya kondisi lingkungan dan terbukanya akses logistik. Meski demikian, langkah pulang itu belum sepenuhnya ringan—sebab jejak bencana masih tertinggal di tanah, dinding rumah, dan ingatan.

Para pengungsi tersebar di enam kecamatan, menempati ruang-ruang yang kini berubah fungsi menjadi tempat berlindung: sekolah yang sunyi tanpa riuh belajar, masjid dan mushala yang menjadi saksi doa-doa panjang, kantor pemerintahan, hingga rumah warga yang berbagi ruang dan empati.

Kecamatan Palembayan menjadi salah satu wilayah dengan beban pengungsian cukup besar. Di Jorong Kayu Pasak, Kampung Tangah, dan Silungkang, ratusan warga masih bertahan, menyimpan cemas di balik tikar dan selimut bantuan. Di Nagari Tigo Koto Silungkang, kepulangan mulai terjadi. Sebanyak 194 pengungsi dari Jorong Tantaman berangsur kembali, disusul 45 orang dari Guguak Jorong Silungkang, serta 119 jiwa yang sebelumnya berteduh di Gedung Serba Guna Jorong Silungkang.

Sementara itu, di Kecamatan Tanjung Raya, pengungsian masih menyisakan kisah yang serupa. Warga tersebar di Nagari Bayua, Sungai Batang, Tanjung Sani, dan Duo Koto. Beberapa di antara mereka telah kembali dari kantor wali nagari, masjid, dan rumah warga—namun sebagian lainnya memilih bertahan, menunggu rasa aman benar-benar kembali. Kondisi serupa juga dialami warga Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak.

Saat dikonfirmasi Wartapatroli.com Senin (15/12) malam by phon, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam, Roza Syafdefianti, menyampaikan bahwa pendataan pengungsi terus diperbarui hingga ke tingkat jorong dan nagari.
“Data ini menjadi dasar pemerintah daerah dalam menyesuaikan distribusi bantuan, baik bagi warga yang masih bertahan di pengungsian maupun yang sudah kembali ke rumah,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain Palembayan dan Tanjung Raya, pengungsi juga masih tercatat di Kecamatan Palupuh, IV Koto, Malalak, dan Matur. Pemerintah daerah bersama relawan terus menjalin koordinasi, memastikan dapur tetap mengepul, obat-obatan tersedia, dan harapan tidak padam.

“Prioritas kami adalah keselamatan warga hingga kondisi benar-benar aman,” kata Roza.

Di antara derap langkah relawan dan denting sendok di dapur umum, Agam masih berbenah. Bencana mungkin telah berlalu, namun pemulihan baik luka fisik maupun batin masih memerlukan waktu, kesabaran, dan kebersamaan.(Bagindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *