Agam, Wartapatroli.com, – Zhafran, Bocah malang yang kini terbaring tak berdaya dengan kaki patah, tubuhnya lemah, namun napasnya masih setia bertahan. Ia adalah satu-satunya yang selamat dari 11 anggota keluarga yang berada di dalam rumah saat Galodo menghantam Salareh Aia Palembayan dengan amarahnya. Rumah itu kini tak lagi bernama rumah tak bersisa puing, tak berbekas kenangan, seolah tanah menelan seluruh kisah hidup yang pernah bersemi di sana.
Miris, Ibu, kakak, dan adiknya pergi bersama derasnya lumpur dan batu, meninggalkan Zhafran dalam sunyi yang terlalu dini untuk usianya. Galodo bukan hanya merenggut bangunan dan harta, tetapi juga mematahkan garis silsilah sebuah keluarga dalam satu waktu yang kejam.
Kini, Zhafran menjalani hari-harinya bersama ayah dan sang nenek. Dalam pelukan mereka, ia belajar kembali berdamai dengan hidup, meski kehilangan masih terasa seperti luka yang tak terlihat. Setiap helaan napasnya adalah pengingat bahwa harapan, sekecil apa pun, masih memilih tinggal.
Pemerintah daerah kabupaten Agam bersama tim tanggap darurat terus melakukan upaya penanganan pasca bencana di Kecamatan Palembayan. Selain evakuasi dan pembersihan material galodo, perhatian khusus diberikan pada korban selamat, terutama anak-anak yang kehilangan keluarga dan tempat pulang.
Bencana ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Palembayan. Namun dari reruntuhan yang tak lagi berwujud, tersisa satu pesan yang hidup selama masih ada yang bertahan, harapan belum sepenuhnya hilang.
Yang kuat, Zhafran.
Di tengah kehilangan yang tak terucap, hidupmu adalah doa yang masih dijaga semesta, berupa doa doa dan suport untuk bocah malang Zhafran yang tertera pada kolom komentar akun Facebook A Dt Nando.(Bagindo)












