Pasaman Barat, Wartapatroli.com – Aktivitas pengelolaan kebun jagung di lahan bekas replanting milik PT BTN Afdeling I di Jorong Silawi Timur, Kecamatan Sungai Beremas, menuai sorotan masyarakat. Pasalnya, kegiatan tersebut diduga menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, yang semestinya diperuntukkan bagi kepentingan sosial masyarakat sekitar.
Tokoh masyarakat setempat, Chairil, menilai penggunaan dana CSR untuk pengelolaan kebun jagung tidak tepat sasaran.
“Seharusnya di saat masyarakat kekurangan lahan untuk diolah, pihak perusahaan hadir memberikan solusi. Apalagi kalau benar dana CSR dipakai untuk proyek internal seperti ini,” ujarnya, Selasa (15/10).
Menurut Chairil, dana CSR merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar, bukan untuk kepentingan bisnis perusahaan itu sendiri.
Sementara itu, Mukrim, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Sungai Beremas, mengatakan pihaknya tidak pernah dilibatkan secara teknis dalam kegiatan tersebut.
“Kalau kami dilibatkan, tentu kami akan rekomendasikan agar kelompok tani binaan BPP yang mengelola, supaya bisa berkontribusi terhadap swasembada pangan dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum dapat dimintai keterangan resmi terkait dugaan penggunaan dana CSR tersebut. Wartapatroli akan terus mengupayakan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait demi pemberitaan yang berimbang.(Ari)












