Agam  

Ditengah Duka “Rumah Habis, Saudara Hilang”, Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Pastikan Warga Tak Sendirian

Agam, Wartapatroli.com
“Rumah habis, saudara hilang… kami tak tahu harus pulang ke mana.”
Kalimat itu lirih terucap dari seorang ibu korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kota Alam Salareh Aia Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, beberapa hari lalu. Di tengah hiruk-pikuk penanganan bencana, suara mereka seperti mengetuk pintu nurani tentang kehilangan, kesunyian, dan perjuangan untuk bertahan hidup.

Di RSUD Lubuk Basung, Selasa (2/12) malam, seorang ibu duduk di kursi sambil anak menyuapi satu satunya yang tertinggal akibat amukan galodo yang melanda permukimannya dengan tatapan lelah seakan menahan rasa sakit bekas jahitan di kening hingga lelewati hidungnya menunggu kabar kepastian. Luka patah tulang pada anaknya belum dapat dipastikan kapan sembuh, sementara luka di hatinya jauh lebih dalam.

“Saya cuma tinggal berdua, Pak… dengan anak saya ini. Suami dan dua anak saya yang lain entah di mana sekarang. Rumah kami sudah hilang, rata dengan tanah saat galodo turun menghantam,” tutur perempuan yang tidak ingin identitasnya dipublikasikan itu dengan suara nyaris pecah.
Tak ada lagi tempat untuk kembali, tak ada lagi keluarga yang menunggu di rumah yang tersisa hanya tanya tanpa jawaban.

Namun duka itu tidak dibiarkan sunyi terlalu lama.

Saat ditemui Wartapatroli.com, selasa (2/12) di Posko Utama Pemda Agam, Kepala BPBD Kabupaten Agam, Rahmat Lasmono, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan membiarkan satu pun warganya terkatung-katung tanpa arah.

“Warga korban longsor dan banjir bandang tidak perlu khawatir. Sesuai instruksi Bapak Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, pemerintah daerah tidak akan meninggalkan warganya. Tempat evakuasi dan pengungsian sementara sudah kami siapkan,” ujarnya.

Rahmat mengingatkan para korban yang masih menjalani perawatan medis untuk fokus pada kesembuhan.
“Kami dan seluruh unsur forkopimda hadir untuk memastikan kebutuhan warga tertangani. Biarkan tim medis bekerja, agar saudara-saudara kita cepat pulih,” pungkasnya.

Di tengah gelapnya kehilangan, secercah harapan tetap berusaha dinyalakan.
Bencana mungkin merenggut rumah dan keluarga, tetapi tidak merampas kepedulian dan kekuatan untuk bangkit kembali bersama-sama sebagai Agam Madani yang berprestasi .(Bagindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *