Agam, Wartapatroli.com —
Di tengah situasi darurat bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Agam, kepedulian aparatur pemerintah kembali ditunjukkan melalui aksi nyata. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Agam bersama Dinas Pertanian bersinergi melakukan pembersihan material longsor di lingkungan SMA Negeri Agam Cendekia, Muko-Muko, Kecamatan Tanjung Raya.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat 11–12 Desember 2025 tersebut melibatkan puluhan pegawai dengan mengandalkan peralatan manual serta dukungan alat berat. Material tanah, lumpur, dan bebatuan yang menutup akses serta mengancam aktivitas pendidikan berhasil disingkirkan secara bertahap.
Langkah ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah dan masyarakat sekitar, mengingat lokasi SMAN Agam Cendekia termasuk kawasan rawan longsor akibat intensitas hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Namun demikian, di balik aksi seremonial kepedulian tersebut, muncul pertanyaan kritis dari publik, “Bagai mana dengan sekolah dan fasilitas umum lainnya” yang juga terdampak bencana serupa..?
Berdasarkan pantauan Wartapatroli.com di lapangan, Selasa (16/12) sejumlah sekolah dasar, puskesmas pembantu, rumah ibadah, hingga akses jalan nagari di Kecamatan Palupuh, Malalak, dan sebagian wilayah Tanjung Raya masih bergelut dengan sisa material longsor dan banjir. Hingga kini, belum seluruhnya tersentuh penanganan langsung oleh dinas teknis terkait.
Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa respons penanganan darurat belum sepenuhnya merata. Masyarakat mempertanyakan mengapa hanya lokasi tertentu yang mendapat perhatian cepat, sementara fasilitas publik lainnya masih bergantung pada swadaya warga dan perangkat nagari, ungkap salah seorang tokoh masyarakat tanjung raya pada Wartapatroli.com Selasa (16/12) yang keberatan identitasnya dipublikasikan.
Dalam konteks tanggap darurat bencana, prinsip keadilan dan pemerataan penanganan menjadi hal yang krusial. Kehadiran pemerintah daerah melalui seluruh perangkat dinas seharusnya tidak berhenti pada simbol kepedulian, tetapi diwujudkan dalam langkah sistematis dan menyeluruh terhadap seluruh objek vital yang terdampak.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Agam terkait skema prioritas penanganan fasilitas pendidikan dan umum pascabencana. Publik berharap, semangat gotong royong yang ditunjukkan DLH dan Dinas Pertanian di SMAN Agam Cendekia dapat menjadi pemantik bagi instansi lainnya untuk bergerak serentak, demi memastikan proses pemulihan berjalan adil dan berkelanjutan.(Bagindo)












