Agam, Wartapatroli.com — Pemerintah Kabupaten Agam terus mengintensifkan upaya penanganan dan pemulihan dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut sejak November 2025. Berdasarkan estimasi sementara, dibutuhkan anggaran lebih dari Rp1,1 triliun untuk membenahi seluruh sarana dan prasarana yang terdampak.
Kebutuhan anggaran tersebut mencakup perbaikan berbagai fasilitas vital, antara lain sarana irigasi, jembatan, jalan, rumah penduduk, sarana ibadah, sarana pendidikan, fasilitas air bersih, areal pertanian dan perikanan, normalisasi aliran sungai, sistem drainase, pembangunan hunian sementara (huntara), serta kebutuhan pendukung lainnya.
Estimasi anggaran disusun berdasarkan total kerugian pascabencana banjir bandang, tanah longsor, dan banjir yang melanda lima kecamatan dengan tingkat kerusakan parah, serta berdampak pada delapan kecamatan. Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Agam masih menetapkan status tanggap darurat bencana yang berlangsung sampai 22 Desember 2025.
Keterbatasan alokasi anggaran daerah menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemulihan. Dengan total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Agam sekitar Rp1,2 triliun per tahun, pembenahan seluruh kawasan terdampak diperkirakan membutuhkan waktu yang cukup panjang dan dukungan lintas sektor, termasuk dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam, Roza Syefridianti, saat dikonfirmasi Wartapatroli.com pada Selasa (16/12) malam, menyampaikan bahwa data kebencanaan terbaru mencatat rencana kebutuhan anggaran perbaikan mencakup kerusakan yang tersebar di 13 kecamatan, dengan enam kecamatan terdampak paling parah, yakni Palembayan, Malalak, Tanjung Raya, Matur, Palupuah, dan IV Koto.
Hingga saat ini, upaya penanganan darurat masih terus dilakukan, meliputi pembenahan sarana terdampak, pembukaan akses wilayah yang terisolasi, pembangunan jembatan darurat, distribusi bantuan logistik, serta pencarian terhadap korban yang masih dinyatakan hilang.
Berdasarkan data terakhir, tercatat 192 orang meninggal dunia, 27 korban belum teridentifikasi, 72 orang masih dinyatakan hilang, lima orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, serta 26 warga masih berada dalam kondisi terisolasi. Jumlah korban.(Bagindo)












