Padang, Wartapatroli.com – Jagat media sosial kembali digemparkan oleh beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seorang pria diduga mantan kepala daerah di Sumatera Barat diamankan warga di salah satu penginapan di Kota Padang, Rabu (29/10). Dalam video berdurasi sekitar satu menit itu, suasana tampak tegang dan ricuh ketika warga mempertanyakan kehadiran pria yang disebut-sebut memiliki inisial AG, mantan bupati salah satu kabupaten di Sumbar.
Kabar ini sontak menyebar cepat di sejumlah grup WhatsApp dan platform media sosial, memunculkan berbagai spekulasi dan komentar dari warganet. Meskipun belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang, peristiwa ini kembali membuka diskursus publik tentang moralitas dan integritas figur publik, terutama mereka yang pernah menduduki jabatan tinggi pemerintahan.
“Jika benar seperti yang beredar, ini bukan sekadar aib pribadi, tapi juga tamparan bagi moral sosial dan nilai budaya kita,” ujar salah seorang tokoh masyarakat di Padang. Ia menegaskan bahwa perilaku menyimpang, apalagi dilakukan oleh sosok publik, bukan hanya melanggar norma agama, tetapi juga mencederai marwah budaya Minangkabau yang menjunjung tinggi adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.
Fenomena ini seakan menjadi cermin rapuhnya batas antara kehormatan jabatan dan perilaku pribadi. Publik kini menuntut transparansi dan ketegasan moral, tidak hanya saat seseorang masih berkuasa, tetapi juga setelah lengser dari jabatan.
Banyak pihak menilai bahwa kasus ini—apapun kebenarannya—menjadi momentum penting untuk merefleksikan bagaimana media sosial kini menjadi ruang kontrol moral baru, tempat masyarakat menilai dan menimbang sosok-sosok publik di luar panggung politik formal.
Sampai berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi atas insiden tersebut. Namun satu hal pasti: kepercayaan publik adalah hal yang sulit dibangun, dan jauh lebih mudah runtuh hanya dalam hitungan detik.(Bagindo)












