Agam  

Fikri”, Cahaya Kecil yang Bertahan di Tengah Duka Arikia

Agam, Wartapatroli.com, – Pasca Bencana Longsor, di balik pekat luka yang menyelimuti Arikia setelah longsor besar menghantam wilayah itu, terselip sebuah kisah kecil yang memeluk hati, kisah seorang anak bernama “Fikri”, satu dari sedikit korban selamat yang berhasil keluar dari reruntuhan bencana yang meratakan rumahnya hingga tak bersisa.

Longsor yang terjadi pada malam kelabu itu merenggut kedua orang tua Fikri. Dalam sekejap, keluarga kecil itu berubah menjadi kenangan. Namun dalam gelap yang nyaris menelan segalanya, Tuhan menyelipkan satu kehidupan yang tetap bernyala Fikri ditemukan dalam kondisi selamat, memeluk serpihan papan rumah yang hancur, seakan menggenggam sisa-sisa dunia yang baru saja diambil darinya.

Kini, Fikri tinggal bersama nenek dan pamannya, satu-satunya sandaran yang tersisa. Meski tubuhnya kecil, ketegarannya memancarkan kekuatan yang membuat relawan, petugas, hingga warga sekitar berhenti sejenak untuk menatap bahwa harapan tetap tumbuh, bahkan di tanah yang baru saja diaduk bencana.

Setiap pagi, Fikri duduk di tangga rumah neneknya yang sederhana, menatap bukit yang kini berubah rupa. Angin yang membawa bau tanah basah mengusap rambutnya, seolah membisikkan bahwa ia tidak sendiri.

“Yang penting Fikri sehat… nanti besar jadi anak baik,” tutur sang nenek sambil menahan haru, jemarinya mengusap kepala cucu satu-satunya itu. Di pelukan keluarganya yang tersisa, Fikri tampak lebih kuat dari usianya—seakan memahami bahwa hidup memberinya bab baru yang harus ia jalani dengan keberanian.

Di tengah tenda-tenda pengungsian yang mulai berkurang, di antara alat berat yang membersihkan sisa material bencana, kisah Fikri menjadi pengingat bahwa dari reruntuhan sekalipun, masa depan tetap dapat tumbuh. Doa warga Arikia dan siapa pun yang mendengar kisahnya mengalir untuknya

Semoga Fikri sehat selalu, tumbuh menjadi anak yang baik, kuat, berhati lembut, dan kelak dimudahkan rezekinya… agar cahaya kecil yang selamat dari gelap itu dapat bersinar lebih terang di hari-hari mendatang.

Dalam duka yang panjang, Fikri adalah bukti bahwa harapan tidak pernah benar-benar hilang, Hanya berpindah tempat kali ini, ke dada seorang bocah yang selamat, dengan masa depan yang masih mungkin ditulis ulang.(Bagindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *