Gubernur Mahyeldi Turun Tangan Bersihkan Material Longsor di Malalak

Agam, – Wartapatroli.com, – Ruas jalan Malalak kembali menjadi saksi bisu perjuangan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi bencana alam. Kamis (27/1), di Korong Sawah Tuko, Nagari Kampung Tanjung Koto Mambang Sungai Durian, Kecamatan Patamuan, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah tampak berdiri di tengah kepulan debu tanah longsor, ikut menyibak material yang menutup jalur vital penghubung Padang–Bukittinggi itu.

Sejak 24 November, jalur alternatif penting tersebut lumpuh akibat serangkaian longsor di beberapa titik. Jalan yang biasanya dipenuhi lalu-lalang kendaraan kini berubah menjadi bentangan tanah, batu besar, dan kayu yang turun bersama runtuhan tebing. Akibatnya, arus lalu lintas tersendat, dan distribusi bantuan bagi warga terdampak di sejumlah kawasan menjadi terhambat.

Di sela kepadatan aktivitas lapangan, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa pembukaan akses jalan merupakan prioritas utama pada masa tanggap darurat ini. Baginya, setiap jalur yang kembali terbuka sama halnya dengan membuka harapan baru bagi masyarakat yang menunggu bantuan.

“Prioritas kita saat ini adalah keselamatan masyarakat dan memastikan bantuan dapat segera disalurkan. Pembukaan akses jalan sangat penting agar mobilisasi logistik berjalan lancar,” ujar Mahyeldi, menjawab pertanyaan Wartapatroli.com.

Namun pekerjaan bukan tanpa kendala. Material longsor kali ini bukan sekadar tumpukan tanah. Ukurannya besar, keras, dan bercampur dengan batu serta kayu, menyulitkan upaya pembersihan manual yang dilakukan warga sejak dini hari.

“Tidak semua material bisa diangkat secara manual. Karena itu, saya sudah instruksikan agar alat berat turun mempercepat penanganan,” tambahnya.

Di antara dentuman batu yang dipindahkan dan suara sekop warga yang saling bersahut, suasana kebersamaan justru hadir sebagai nada harapan. Warga setempat bergotong royong, membersihkan bagian demi bagian jalan, menjadikan pagi di Malalak seperti lukisan tentang kekuatan solidaritas.

Gubernur Mahyeldi memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif warga tersebut. Baginya, tangan-tangan yang bekerja bersama adalah bagian dari energi pemulihan yang tak ternilai.

“Pemprov Sumbar terus memantau seluruh titik rawan dan memastikan penanganan darurat berjalan terpadu bersama pemerintah kabupaten/kota, BPBD, dan semua unsur terkait,” ungkapnya.

Di tengah langit yang masih menyimpan sisa mendung, upaya demi upaya terus dikerjakan. Semoga langkah-langkah ini menjadi penerang bagi masyarakat, membawa kembali rasa aman, dan membuka kembali jalan harapan di Malalak.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *