Agam, Wartapatroli.com —
Alam kembali menunjukkan kuasanya di Ranah Agam. Guyuran hujan yang turun tanpa jeda menghadirkan banjir di Jorong Pasa Maninjau, Kamis siang (26/12) sekitar pukul 14.11 WIB. Di tengah kepungan lumpur dan arus air yang mengalir deras,
Pemerintah Kabupaten Agam bergerak cepat, bersatu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), merajut ikhtiar kemanusiaan demi keselamatan masyarakat.
Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, M.M., Dt. Tan Batuah, dari Pos Komando Tanggap Darurat Bencana di Lubuk Basung, memaparkan kondisi terkini serta langkah-langkah penanganan yang tengah dilakukan, dalam wawancara daring bersama TVOne, Jumat (26/12).
Wilayah yang terdampak merupakan kawasan padat penduduk. Derasnya banjir meninggalkan jejak pilu pada sejumlah infrastruktur vital sekolah, kantor Polsek, kantor Camat, hingga fasilitas umum lainnya tak luput dari terjangan lumpur dan air bah.
“Peristiwa ini terjadi pada siang hari, sehingga masyarakat masih memiliki ruang untuk meningkatkan kewaspadaan. Sehari sebelumnya, Pemerintah Daerah telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir,” tutur Bupati Agam dengan nada tenang namun sarat keprihatinan.
Peringatan dini tersebut, lanjutnya, menjadi pijakan awal bagi pemerintah daerah untuk menyiagakan alat berat guna mengantisipasi material banjir. Namun, kehendak alam kerap melampaui perhitungan manusia.
“Sebanyak delapan rumah tercatat mengalami kebobolan atau terendam. Tiga warga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Akses jalan sempat tertutup, bahkan material lumpur yang dibersihkan kembali menutupi badan jalan,” ungkapnya.
Meski demikian, di tengah duka, harapan tetap menyala. Hingga hari ini, akses jalan telah kembali dapat dilalui, meski masih diberlakukan sistem buka-tutup seiring berjalannya pekerjaan alat berat di lokasi terdampak.
Di Ranah Minang yang sarat nilai adat dan kebersamaan, musibah ini menjadi pengingat bahwa gotong royong, kesiapsiagaan, dan kepemimpinan yang sigap adalah suluh yang menuntun masyarakat melewati masa-masa sulit, hingga keadaan kembali pulih dan kehidupan berdenyut seperti sediakala.(Bagindo)












