Agam, Wartapatroli.com — Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM Dt Tan Batuah, menginstruksikan penanganan cepat bagi para korban banjir bandang yang meluluhlantakkan wilayah Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Rabu (26/11) sore.
Pemerintah Daerah Kabupaten Agam langsung menurunkan tim BPBD Agam, tim medis Dinas Kesehatan Agam, serta Diskominfo Agam ke lokasi bencana pada Rabu (26/11) malam. Tim gabungan ini bertugas membantu penanganan warga terdampak, mulai dari layanan medis hingga distribusi bantuan awal bagi para pengungsi yang kini ditampung di empat lokasi.
135 KK Mengungsi, Kondisi Minim Peralatan
Tercatat 135 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke empat titik pengungsian. Kondisi para pengungsi masih memprihatinkan karena minimnya peralatan pendukung seperti selimut, obat-obatan, makanan, dan penerangan, menyusul terputusnya aliran listrik total di Malalak selama tiga hari terakhir.
Korban Masih Didata, Dua Warga Dilaporkan Meninggal
Untuk korban terdampak baik luka-luka maupun yang dilaporkan meninggal akibat tertimbun longsor dan material banjir bandang hingga kini masih dalam proses pendataan dan pencarian. Meski data resmi belum dirilis Pemerintah Daerah, informasi awal menyebutkan dua warga ditemukan meninggal dunia.
Instruksi Bupati, Selamatkan Warga, Pastikan Layanan Medis
Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. M. Lutfie, Kamis (27/11) dini hari menyampaikan bahwa tim gabungan telah diberangkatkan sejak Rabu malam sesuai instruksi Bupati Agam.
“Penanganan cepat menjadi fokus utama untuk menyelamatkan warga terdampak, termasuk memastikan kondisi kesehatan para pengungsi. Kita berharap tidak ada hal luar biasa. Tim gabungan bekerja maksimal,” ujar M. Lutfie.
Situasi Masih Mencekam, Lumpur Capai 1 Meter
Sementara itu, Kepala Bidang KIP Diskominfo Agam, Eki Marlinda, menyatakan situasi di Malalak Timur masih sangat mencekam. Selain hujan deras yang belum mereda, jaringan listrik belum pulih sejak tiga hari lalu.
Ia menambahkan bahwa kawasan terdampak banjir bandang masih sangat rawan. Kedalaman lumpur mencapai lebih dari 1 meter, menyulitkan tim gabungan untuk menjangkau pemukiman warga.
“Tim BPBD, tenaga medis, dan tim Diskominfo sudah bergerak melakukan pendataan serta memastikan warga mengungsi dengan aman dan menerima makanan serta pengobatan,” ungkap Eki.
Upaya pencarian, penanganan, dan pemulihan masih terus dilakukan hingga berita ini diturunkan.(Bagindo)












