Agam  

Hujan, Tanah, dan Sunyi yang Terbelah, “Agam Kembali Dikepung Bencana”

Agam, Wartapatroli.com
Langit yang sejak pagi muram akhirnya menumpahkan amarahnya. Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Agam sepanjang Selasa (30/12) kembali membuka lembaran duka.

Tanah yang jenuh, lereng yang rapuh, dan jalan-jalan yang tak lagi berdaya, bersatu dalam irama bencana yang berulang.
Tak hanya Palembayan yang lebih dulu merintih, longsor susulan kini menyebar seperti luka yang melebar.

Di ruas Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, hingga kawasan Panta, Kecamatan Matur, bumi runtuh tanpa aba-aba. Setidaknya empat titik longsoran besar dilaporkan menutup badan jalan, memutus total urat nadi penghubung Lubuk Basung–Bukittinggi.
Malam turun bersamaan dengan gelapnya situasi.

Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Agam dari Posko Sungai Tanang yang berupaya menembus lokasi terdampak, justru terhenti di ujung longsor Sungai Landia. Tanah basah dan bebatuan menjadi dinding bisu yang tak dapat dilalui.

“Di lokasi sangat gelap dan rawan. Kami belum bisa menerobos ke titik longsor lainnya,” ujar Danru Damkar Agam, Rince, kepada Wartapatroli.com. Ia menyebut, timnya masih tertahan di titik longsor pertama dari arah IV Koto, menunggu kondisi memungkinkan.
Kabar lain yang menggetarkan datang dari kendaraan-kendaraan yang terjebak.

Sejumlah mobil dan sepeda motor dilaporkan tertahan di sekitar lokasi longsor, namun hingga malam ini belum dapat dipastikan apakah mereka terperangkap di tengah timbunan tanah atau dari arah Matur menuju IV Koto.

Terpisah nada kehati-hatian juga disampaikan Kabid Komunikasi dan Informasi Publik Diskominfo Agam, Eki Marlinda. Dari pemantauan sementara, akses jalan di wilayah Matur dan IV Koto dipastikan terputus total.

“Kami masih menunggu perkembangan informasi dari lapangan,” ujarnya singkat, menandakan situasi yang belum sepenuhnya terpetakan.
Sepanjang hari, hujan seakan tak memberi jeda. Di Palembayan, satu rumah warga tertimbun longsor.

Tiga orang berhasil diselamatkan dari pelukan tanah, namun satu di antaranya mengalami patah tulang dan kini dirawat intensif di RSUD Lubuk Basung.

Di Tanjung Raya, luka lama kembali terbuka. Banjir bandang susulan menerjang beberapa titik yang sebelumnya telah terdampak, mempertegas bahwa bencana belum benar-benar pergi.

Malam kian larut, namun Agam belum menemukan hening. Di antara hujan, lumpur, dan jalan yang terputus, masyarakat hanya bisa berharap: agar bumi segera tenang, dan fajar esok membawa kabar keselamatan.(Bagindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *