Agam  

Hunian Sementara Bukan Hanya Bangunan Fisik, “Tetapi Ruang Pemulihan Martabat Dan Harapan,”

Agam, Wartapatroli.com, – Di bawah langit Palembayan yang masih menyimpan jejak luka bencana, sebuah ikhtiar kemanusiaan dimulai.
Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, M.M., Dt. Tan Batuah, menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan Hunian Sementara (Huntara-red) yang dilakukan oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, melalui sambungan virtual (vicon-red), di Lapangan Bola SDN 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan.

Momentum tersebut bukan sekadar seremoni pembangunan, melainkan simbol kebangkitan harapan bagi warga yang kehilangan ruang pulang akibat amukan bencana. Dari layar digital hingga tanah lapang yang menjadi saksi, komitmen pemerintah daerah menyatu dalam satu irama mempercepat pemulihan kehidupan warga korban bencana.

Kegiatan peletakan batu pertama ini digelar serentak di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang terdampak bencana, menciptakan lanskap kolosal solidaritas lintas daerah. Hadir mendampingi Bupati Agam, Wakil Bupati Agam H. Muhammad Iqbal, S.E., M.Com, unsur Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam, serta para pemangku kepentingan yang terlibat langsung dalam penanganan pascabencana.

Dalam arahannya, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menekankan bahwa pembangunan huntara adalah langkah awal yang tidak boleh tertunda. Ia meminta seluruh kepala daerah bergerak cepat dan serempak, menjadikan huntara sebagai jembatan kemanusiaan menuju kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat terdampak.

“Hunian sementara bukan hanya bangunan fisik, tetapi ruang pemulihan martabat dan harapan,” tegas Mahyeldi dalam sambutannya.

Bagi masyarakat Palembayan dan daerah terdampak lainnya, peletakan batu pertama ini menjadi penanda bahwa negara hadir tidak hanya dengan janji, tetapi dengan langkah nyata. Di tengah puing dan duka, pembangunan huntara menjelma sebagai karya kolektif, sebuah seni kolosal pemulihan yang digerakkan oleh empati, gotong royong, dan tanggung jawab bersama.
(Bagindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *