Agam, Wartapatroli.com – Suasana duka menyelimuti prosesi salat jenazah dan pemakaman enam korban bencana banjir bandang Rabu (7/1). Isak tertahan dan doa-doa lirih mengiringi kepergian para korban, menorehkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan masyarakat yang ditinggalkan.
Prosesi salat jenazah berlangsung khidmat di Masjid Agung Nurul Falah, Lubuk Basung, dan dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta. Saf-saf salat dipenuhi oleh jajaran pimpinan daerah, Forkopimda, unsur TNI-Polri, kepala OPD, serta masyarakat yang larut dalam suasana haru, bersatu dalam doa untuk para korban.
Ketua DPRD Kabupaten Agam, H. Ilham, Lc, MA, turut hadir dan memimpin doa usai pelaksanaan salat jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir. Dengan suara bergetar menahan emosi, Ilham menegaskan bahwa kehadiran pemerintah merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan di tengah musibah yang memilukan ini.
“Kehadiran pemerintah hari ini adalah bukti bahwa keluarga korban tidak sendirian. Kami semua hadir untuk memberi dukungan moril dan memastikan penanganan pascabencana berjalan maksimal,” ujar Ilham kepada Wartapatroli.com, Rabu (7/1), usai prosesi.
Lebih lanjut, ia menyampaikan komitmen DPRD Kabupaten Agam untuk terus mendorong pemerintah daerah agar langkah-langkah tanggap darurat, pemulihan, serta mitigasi bencana dilaksanakan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana, sekaligus memastikan hak-hak korban dan keluarga terpenuhi,” pungkas Ilham, dengan penuh keharuan.
Prosesi hari itu bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan penanda luka kolektif yang ditinggalkan bencana. Di tengah doa yang mengalun, masyarakat Agam kembali diingatkan akan rapuhnya kehidupan, sekaligus pentingnya solidaritas dan kesiapsiagaan demi masa depan yang lebih aman.(En Tanjung)












