Pasaman Barat, Wartapatroli.com –
Hujan deras yang tak kunjung mereda kembali menguji ketangguhan warga Pasaman Barat. Di Jorong Sikabau, Nagari Ranah Koto Tinggi, Kecamatan Koto Balingka, banjir yang datang seperti gelombang kesedihan menutup akses utama masyarakat, Selasa (25/11).
Pantauan wartapatroli.com menunjukkan jalan poros yang menjadi nadi penghubung antar-kampung kini terputus dan terendam air. Genangan itu bukan sekadar air, melainkan batas yang merenggangkan hubungan warga dengan kebutuhan pokok mereka.
Tak hanya jalan darat, jalur laut pun tak mampu menjadi penyelamat. Badai yang mengamuk membuat perjalanan menuju Air Bangis mustahil dilakukan. Seolah alam kompak menutup semua pintu keluar bagi warga Sikabau.
“Stok beras di warung sudah kosong. Mau belanja keluar kampung, jalan tak bisa dilewati karena banjir. Jembatan penghubung pun hampir putus… lengkap sudah penderitaan,” tulis Putri melalui akun Facebook-nya. Kalimat itu, sederhana namun lirih, menggambarkan kepungan krisis yang mereka hadapi.
Ia menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari, warga mulai berharap pada bantuan yang datang mengapung, bukan lagi berjalan di atas tanah perahu karet menjadi harapan kecil di tengah luapan air yang terus meninggi.
Masyarakat Jorong Sikabau kini menunggu respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat. Di balik permintaan itu, tersimpan harapan sederhana: agar dapur kembali mengepul, agar langkah kembali terbuka, dan agar hari-hari mereka tak lagi dirundung kecemasan banjir.(Ari)












