Agam  

Jalan Provinsi Lumpuh, “Pagadih Tergugah dalam Duka” Alam murka

Agam, Wartapatroli com, – Siang itu cuaca tampak mendung alam terkesan mengemukakan kesedihan pada Selasa (25/11), langit di Nagari Pagadih, Kecamatan Palupuh, tampak layu seperti lembaran tua yang basah tersapu waktu. Dari arah perbukitan, tanah yang tak lagi kuat memegang akarnya menyerah pada derasnya hujan. Tebing runtuh, pepohonan tumbang, dan seluruh ambruknya bermuara pada satu titik: ruas Jalan Provinsi Sumatera Barat di Jorong Pagadih Hilia yang kembali tertimbun dalam lirih bencana.

Jalan yang belum sempat beraspal itu kini terbaring tanpa daya. Akses penting Angge – Pagadih – Koto Tinggi, yang selama ini menjadi urat nadi perjalanan masyarakat hingga ke Kabupaten Lima Puluh Kota, terputus total. Seperti pintu yang dikunci alam, jalur itu membiarkan Pagadih terasing dalam sunyi, terpotong dari keramaian dunia luar.

Di sawah-sawah yang biasanya bernyanyi dengan hijau padi, kini terhampar genangan kelabu. Banjir datang menyusul, merendam persawahan dan menenggelamkan harapan para petani yang menggantungkan hidup pada musim tanam ini. Air yang dulu menjadi berkah, hari ini menjelma luka.

Warga Pagadih menahan langkah. Hujan tak kunjung jinak; awan berat masih bergelayut, seakan enggan memberi jeda. Mereka ingin bergotong royong, namun alam belum memberi izin. Di balik pintu rumah masing-masing, mereka menunggu bukan hanya cuaca yang membaik, tetapi juga kedatangan alat berat dari pemerintah daerah yang menjadi satu-satunya harapan untuk membuka kembali jalan yang tertutup material longsor.

Dalam hening yang tertahan, Pagadih berdiri tegar. Warganya memandang ke arah bukit yang mendung, berharap hari esok membawa kabar yang lebih ringan. Alam boleh murka, namun harapan tak pernah padam.(Bagindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *