Padang Pariaman, Wartapatroli.com, – Lembah Anai, Rabu (19/11) Pagi ini, jalur lintas Padang – Bukittinggi sejenak berubah menjadi panggung alam. Sebatang pohon besar, yang mungkin semalam berbisik dengan angin terakhirnya, tumbang dan rebah melintang di badan jalan kawasan Air Terjun Lembah Anai. Arus kendaraan terhenti, seperti sebuah lagu yang mendadak kehabisan nada.
Para pengendara yang semula hanya berniat melintas, tiba-tiba menjadi aktor dalam drama kebersamaan yang jarang tertulis. Warga sekitar ikut turun tangan, tangan-tangan itu bekerja tanpa seragam, tanpa komando, hanya berlandaskan naluri gotong royong yang telah lama berakar dalam budaya Minangkabau. Suara gergaji mesin (sinsaw-red) tergesa, dan riuh komando spontan melebur bersama gemuruh air terjun, menciptakan orkestra pagi yang tak pernah direncanakan.
Sinar matahari yang menerobos sela pepohonan memantul pada serpihan kayu, seolah memberi restu pada upaya memulihkan denyut transportasi di jalur utama ini. Meski sempat terhenti, arus lalu lintas perlahan kembali bergerak, seperti nadi yang menemukan ritme setelah sempat tercekik.
Hingga berita ini dipublikasikan, proses evakuasi terus berlangsung. tidak ada sorotan lampu, namun pagi di Lembah Anai hari ini memperlihatkan tentang alam yang bicara, manusia yang menjawab, dan harmoni yang kembali dirajut bersama.(Bagindo)












