Agam  

K3S Kabupaten Agam Galang Bantuan untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor

KKKS Kabupaten Agam Galang Bantuan untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor

 

Agam — Kesedihan masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, setelah banjir bandang dan longsor meluluhlantakkan rumah, sekolah, dan fasilitas umum sejak akhir November 2025. Derita warga terdampak menjadi pukulan berat, terlebih bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan para guru yang harus tetap mengabdi di tengah keterbatasan. Di saat kondisi sulit inilah uluran tangan menjadi harapan terbesar.

 

Sebagai bentuk kepedulian, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) atau K3S SD Kabupaten Agam menggalang dan menyalurkan bantuan untuk meringankan beban masyarakat. Ketua KKKS Kabupaten Agam, Rodi, S.Ag., M.Pd, mengatakan penggalangan dana dimulai sejak Jumat, 28 November 2025, dan terus mengalir hingga kini. Bantuan mulai disalurkan pada Sabtu, 29 November 2025, dengan dukungan seluruh kepala sekolah dasar se-Kabupaten Agam.

 

Bantuan yang terkumpul berupa uang dan pakaian layak pakai. Dana yang masuk kami salurkan melalui koordinator wilayah dan dibelanjakan untuk kebutuhan pokok mendesak para korban,” ujar Rodi.

 

Di tengah akses jalan yang banyak tertutup material longsor dan aliran banjir, para relawan pendidikan tetap berupaya memastikan bantuan sampai ke tangan warga. Penyaluran dilakukan bekerja sama dengan Asisten II Setda Agam sekaligus Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Andrinaldi, agar distribusi tepat sasaran dan merata.

 

Bantuan tidak hanya difokuskan untuk masyarakat umum, tetapi juga guru dan tenaga kependidikan yang turut menjadi korban. Di antara mereka adalah Elvirianti, Tisna Yonita, dan Riri Andeska, yang kehilangan harta benda saat air bah menghantam kawasan Palembayan. Bahkan sebagian dana digunakan untuk pembelian genset demi memenuhi kebutuhan listrik darurat di lokasi yang masih gelap gulita pada malam hari.

 

Koordinator Penyaluran Bantuan per Wilayah, Malalak: Ali Imran dan tim. Palembayan: Ilki Wahyudi. Tanjung Mutiara: Muslim dan Ben. Tanjung Raya: Nofrizal dan tim. IV Nagari: Rika Susanti dan tim. Palupuah: Syafrul Hamdani, Risna Nelli, dan tim. Matua: Munawir dan IV Koto penyaluran bantuan di koordinir oleh Enna Septriza.

Rincian Sementara Dana Terkumpul. Hingga Senin, 1 Desember 2025, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp35.411.000, dengan penyaluran sementara sebesar Rp31.122.000. Adapun pengumpulan dana per kecamatan adalah sebagai berikut:

 

1. Tanjung Mutiara — Rp3.000.000

2. Tanjung Raya — Rp3.000.000

3. Palembayan — Rp5.000.000

4. Malalak — Rp6.000.000

5. IV Koto — Rp2.422.000

6. Palupuh — Rp3.000.000

7. Ampek Nagari — Rp2.000.000

8. Bantuan untuk guru di RSUD —    Rp1.300.000

9. Pembelian mesin Sanio dan genset Palembayan — Rp3.400.000

10. Matur — Rp1.000.000

11. Bantuan untuk guru (Riri) — Rp1.000.000 dan Sisa dana tahap pertama yang masih tersedia adalah Rp4.289.000.

Kabid Pembinaan SD Disdikbud Agam, Fadli S., S.Pd., M.Pd, menyampaikan apresiasi atas kepedulian para guru dan kepala sekolah. “Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengulurkan tangan. Di tengah duka, kehadiran dan kepedulian kita adalah kekuatan bagi para korban,” ujarnya.

Melihat kondisi lapangan yang masih memprihatinkan—rumah yang rata dengan tanah, anak-anak yang kehilangan perlengkapan sekolah, serta warga yang terus bertahan di posko pengungsian—KKKS Kabupaten Agam menegaskan bahwa penyaluran bantuan akan terus dilanjutkan. Mereka mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membantu meringankan beban para korban bencana.

Setiap bantuan, sekecil apapun, sangat berarti bagi mereka yang sedang berjuang bangkit,” pungkas Rodi. ( Al Guru).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *