Lubuk Basung, Wartapatroli.com — Sudah hampir setahun lampu penerangan jalan di ruas Jalan Koto, kawasan GOR Rang Agam, Lubuk Basung, dibiarkan mati tanpa perbaikan. Kondisi gelap gulita itu bukan hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran serius terkait keamanan dan keselamatan. Ironisnya, fasilitas publik yang terbengkalai ini berada tepat di depan Rumah Dinas Bupati Agam, Ir H Benni Warlis.
Pantauan Wartapatroli.com di lokasi pada Kamis malam (21/11), suasana gelap menyelimuti sepanjang ruas jalan yang menghubungkan permukiman Asrama Polres Agam dengan area jogging track GOR Rang Agam. Tidak terlihat satu pun lampu penerangan yang berfungsi, meski tiangnya berdiri kokoh di tepi jalan.
Beberapa warga sekitar menyebutkan “Sudah Setahun Gelap, Tak Ada yang Peduli”
Seorang warga Asrama Polres yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan kekesalannya. Menurutnya, kondisi ini telah berlangsung lama tanpa tindakan berarti dari pihak terkait.
“Sudah hampir setahun lampu penerangan tidak kunjung diganti. Kami khawatir, jalan gelap seperti ini membuka peluang kejahatan dan kecelakaan. Masa tidak ada yang peduli..?” ujarnya dengan nada kecewa, menjawab Wartapatroli.com Jum’at (21/11) malam.
Ia mengungkapkan bahwa Jalan Koto merupakan jalur cukup ramai, terutama oleh warga yang berolahraga di kawasan GOR Rang Agam. Minimnya penerangan membuat pengguna jalan waswas, terlebih ketika malam hari.
Dishub dan Pemda Agam Dinilai Lalai
Warga menilai Dinas Perhubungan Kabupaten Agam sebagai pihak yang bertanggung jawab atas fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) gagal menjalankan tugasnya. Terlebih, lokasi lampu mati tersebut berada di area strategis dan sering dilalui pejabat daerah.
“Jalan ini persis di depan Rumah Dinas Bupati. Masa Bapak Bupati Ir H Benni Warlis, MM tidak melihat lampu mati setiap hari..? Atau memang sengaja tutup mata..?” tambah warga itu dengan nada geram.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun keterangan resmi dari Dinas Perhubungan Kabupaten Agam maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Agam mengenai alasan keterlambatan perbaikan dan kapan fasilitas tersebut akan dinormalisasi.
Tidak Ada Anggaran atau Tidak Ada Perhatian..?
Sejumlah sumber internal yang ditemui Wartapatroli.com, secara terpisah menyebutkan kemungkinan adanya kendala anggaran perawatan PJU di lingkungan Pemda Agam. Namun hingga kini, pemerintah daerah tidak memberikan penjelasan terbuka kepada publik.
Pakar tata kelola publik menilai kondisi seperti ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan perencanaan pemerintah daerah kabupaten Agam terhadap fasilitas umum. Apalagi lampu jalan merupakan fasilitas dasar yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
Warga Menuntut Transparansi dan Tindakan Nyata
Warga berharap Pemda Agam tidak lagi mengabaikan persoalan yang jelas-jelas berdampak luas ini. Mereka mendesak adanya penjelasan transparan, langkah responsif, dan perbaikan segera.
“Jangan tunggu ada korban baru diperbaiki. Jalan gelap ini rawan maling, rawan kecelakaan. Bereskan sebelum terlambat,” tegas warga.
Di tengah banyaknya keluhan serupa di berbagai titik di Kabupaten Agam, kasus lampu jalan mati di Jalan Koto Lubuk Basung kembali menyoroti pertanyaan besar, Apakah Pemda Agam benar-benar mendengar suara warganya..? yang notabene pendukung pasangan Benni – Iqbal. (Bagindo)












