Payakumbuh, Wartapatroli.com —
Langit yang tak henti menumpahkan hujan akhirnya memicu murka alam. Tebing di kawasan Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Kotobaru, Kabupaten Lima Puluh Kota, runtuh hebat pada Kamis (8/1), menurunkan material tanah dan bebatuan dalam jumlah besar hingga menutup total badan Jalan Lintas Sumbar–Riau.
Longsoran kolosal itu datang tanpa ampun, menjelma dinding tanah yang memutus urat nadi penghubung Payakumbuh–Pangkalan. Jalan strategis yang biasa dilalui kendaraan lintas provinsi kini tak dapat dilalui sama sekali, membuat arus transportasi lumpuh total.
“Material longsor menutup seluruh badan jalan. Kendaraan dari dua arah tidak bisa lewat,” ungkap warga yang berada di lokasi kejadian, dengan nada cemas.
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak beberapa hari terakhir diduga menjadi pemicu utama terjadinya bencana. Tanah yang jenuh air tak lagi mampu menahan beban, hingga akhirnya runtuh dan menyeret material ke badan jalan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa. Namun kondisi di lapangan masih rawan longsor susulan, mengingat hujan belum sepenuhnya reda. Warga diimbau untuk tidak mendekati lokasi dan mencari jalur alternatif demi keselamatan.
Pihak terkait diharapkan segera turun tangan untuk melakukan pembersihan material longsor dan penanganan darurat, agar akses vital Sumbar–Riau dapat kembali dibuka.
Alam telah berbicara. Kini, kewaspadaan dan kecepatan respons menjadi kunci.(Tim)


