Agam, Wartapatroli.com — Pemerintah Kabupaten Agam menerima laporan hasil pelayanan kesehatan masyarakat terdampak bencana yang dihimpun melalui aplikasi Health Emergency Operation Center (HEOC). Laporan tersebut disampaikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas (LPPM Unand) bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Agam kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. Mhd. Lutfi AR, di Posko Utama Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Minggu (21/12).
Pertemuan ini merupakan bagian dari koordinasi lintas sektor dalam penanganan dampak bencana, khususnya di bidang kesehatan, sekaligus evaluasi penggunaan aplikasi HEOC sebagai sistem pendukung operasional pelayanan kesehatan di lokasi terdampak.
Ketua LPPM Unand, Prof. Marzuki, menjelaskan bahwa aplikasi HEOC dikembangkan untuk menghimpun dan menyederhanakan data pelayanan kesehatan secara terintegrasi dan otomatis melalui sistem digital.
“Melalui aplikasi ini, kami mencoba menyederhanakan proses penghimpunan data agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (22/12).
Aplikasi HEOC sendiri merupakan hasil kolaborasi tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Andalas. Dalam implementasinya di Kabupaten Agam, Posko Unand berperan sebagai pusat pengolahan seluruh data kesehatan yang dihimpun dari lapangan.
Melalui HEOC, berbagai informasi penting dapat diakses secara real time, mulai dari pendaftaran relawan kesehatan, data penyakit dan kondisi kesehatan masyarakat terdampak, ketersediaan tenaga medis, hingga fitur rapat koordinasi yang memuat laporan layanan kesehatan dari seluruh wilayah Kabupaten Agam.
Sistem ini memungkinkan relawan dan pemangku kepentingan memahami situasi bencana secara komprehensif dan terukur.
Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. Mhd. Lutfi AR, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh LPPM Unand, IDI, serta seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pemulihan pascabencana. Menurutnya, kehadiran aplikasi HEOC sangat membantu pemerintah daerah di tengah keterbatasan sumber daya.
“Aplikasi ini membantu kami menghimpun data relawan kesehatan dan kondisi pelayanan kesehatan masyarakat secara real time, sebagaimana yang telah dipaparkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, dr. Hendri Rustian, mengungkapkan bahwa selama masa tanggap darurat bencana, sistem koordinasi kesehatan telah dijalankan, meski masih bersifat manual.
“Selama bencana, sistem HODC sudah dilaksanakan sejak awal, namun masih dilakukan secara manual. Kehadiran HEOC menjadi penguatan penting dalam penanganan ke depan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sekda Agam menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan pascabencana, baik dari sisi infrastruktur, ekonomi, maupun pelayanan dasar masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Agam juga telah meminta dukungan TNI serta tambahan 250 personel BNPB dalam upaya percepatan penanganan.
“Kita ingin Agam pulih lebih cepat, aktivitas masyarakat kembali bergerak, dan pembangunan dapat berjalan lebih optimal. Target kita dalam satu hingga dua tahun ke depan, kehidupan masyarakat sudah kembali normal,” tutupnya.(Era Darwis)












