Agam  

Malalak Berduka, 14 Korban Banjir Bandang Belum Ditemukan

Agam, Wartapatroli com, – Banjir bandang yang melanda Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Rabu (26/11), menyisakan duka mendalam bagi warga. Hingga Kamis (27/11) pagi, proses evakuasi masih terus dilakukan masyarakat bersama pemuda setempat sambil menanti bantuan penuh dari tim SAR gabungan.

Proses evakuasi korban banjir bandang Malalak Timur, Kabupaten Agam.
Upaya pencarian warga yang terjebak berlangsung sejak Rabu malam. Lumpur setinggi hampir satu meter serta padamnya listrik dan jaringan komunikasi membuat proses penyelamatan berjalan sangat sulit. Namun warga tetap berusaha mengevakuasi korban selamat maupun yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Hasbi, Wali Jorong Toboh, dalam laporan terbarunya menyampaikan kondisi lapangan dan perkembangan pencarian sejak semalam. Ia menjelaskan bahwa warga dan pemuda masih berjuang mengevakuasi korban di tengah situasi cuaca yang masih hujan badai.

Berikut keterangan yang disampaikan Hasbi terkait data sementara warga yang belum ditemukan atau belum ada kabar dari Jorong Toboh:

1. Marnis
2. Salma
3. Mirzal
4. Arkan
5. Yar (istri Asam Basri)
6. Gina
7. Adi
8. Diman
9. Usman (Kotaik)
10. Iyuih (istri Usman)
11. Jasmawati
12. Qilla (anak Rahmi)
13. Adnan (anak Rahmi)
14. Mariana (Ampangan)

Hasbi menambahkan bahwa data tersebut dapat disempurnakan apabila ada informasi terbaru terkait warga yang sudah ditemukan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa menginformasikan data korban meninggal secara lengkap demi menjaga kondisi psikologis keluarga di pengungsian maupun perantau.

Proses pencarian korban banjir bandang Malalak Timur, Kabupaten Agam
“Saat ini warga dan pemuda sedang mengevakuasi warga yang terjebak dan mengumpulkan jenazah yang telah ditemukan,” ujarnya dalam laporannya.
Hasbi turut meminta bantuan darurat dari tim SAR dan tim medis untuk segera masuk ke lokasi. Banyak warga di pengungsian memerlukan obat-obatan serta penanganan kesehatan.

Ia juga menjelaskan bahwa komunikasi di lokasi sangat terbatas karena listrik padam sejak Senin dan jaringan telekomunikasi sering hilang.

“Sampai sekarang cuaca masih hujan badai,” tambahnya.
Hingga Kamis pagi, Pemkab Agam belum merilis data resmi jumlah korban terdampak banjir bandang ini. Warga di lokasi bencana masih menunggu bantuan tambahan sambil melanjutkan proses pencarian dan evakuasi. (Bagindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *