Opini  

Malam Pergantian Tahun di Bawah Langit Duka Agam Yang Tercabik Luka

Oleh : Endrizal, S Pd

Guru : SDN 38 Lubuk Sao

Tahun Baru dua ribu dua puluh enam
datang tanpa gelegar cahaya, tanpa sorak yang memecah malam, tanpa dentuman dan cahaya kembang api, ia hadir seperti adagietto
pelan, dalam, dan menunduk melangkah di antara reruntuhan doa
dan luka yang belum sepenuhnya pulih.

Tak ada terompet dan kembang api,
hanya langit yang menahan air mata,
dan bumi yang masih bergetar oleh ingatan akan banjir, longsor, dan kehilangan.

Di nada rendah ini,
Keluarga Besar SDN 38 Lubuk Sao Kecamatan Tanjung Raya menyampaikan selamat memasuki tahun baru 2026. Bukan sebagai pesta, melainkan sebagai doa yang dibisikkan
Semoga Allah SWT
menurunkan berkah-Nya setenang hujan rahmat,
menguatkan iman yang sempat goyah,
melapangkan hati yang lelah, dan meneguhkan jiwa yang diuji oleh duka bertubi-tubi.

Kabupaten Agam masih berselimut kenangan pahit.
Alam memainkan simfoni kerasnya air yang meluap,
tanah yang runtuh, dan sunyi yang tinggal setelah segalanya berlalu.

Dari irama bencana itu,
kita belajar satu kebenaran klasik manusia hanyalah penumpang sementara,
dan alam tak pernah lupa
menegur kesombongan dengan caranya sendiri.

Semoga bencana segera reda. Semoga luka bumi dipulihkan, dan luka manusia disembuhkan oleh waktu, gotong royong,
serta kasih yang tak pernah meminta balasan.

Di posko pengungsian dan rumah singgah, harapan mungkin hanya setitik nada minor, namun ia terus hidup, setia berdetak di dada mereka yang memilih bertahan. Pergantian tahun bukan sekadar pergantian angka, melainkan jeda panjang untuk mendengar suara hati sendiri.

Mengakui salah, merenungi khilaf,
dan menyusun ulang melodi hidup agar lebih selaras dengan sesama dan alam. Tahun baru mengajarkan kita seni paling tua, merendah,
belajar, dan menjaga harmoni.

Biarlah 2026 menjadi komposisi baru ditulis dengan empati, dibingkai kesederhanaan, dan dimainkan dengan kepedulian.

Di bawah langit Agam
yang pernah murka,
kita menanam doa
agar hari esok lebih teduh,
lebih bijaksana, dan lebih manusiawi. Selamat Tahun Baru 2026.Dalam doa, Dalam duka, Dan dalam harap yang tak pernah benar-benar padam.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *