Agam  

Mayat Tak Utuh Diduga Korban Banjir Bandang Ditemukan di Salareh Aia

Agam, Wartapatroli.com —
Sesosok mayat berjenis kelamin perempuan dengan kondisi tidak utuh ditemukan warga bersama tim SAR di kawasan terdampak banjir bandang Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Kamis (1/1).

Korban diduga kuat merupakan salah satu warga yang terseret derasnya banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
Mayat dengan kondisi mengenaskan itu langsung dievakuasi dan dibawa ke ruang forensik serta DVI RSUD Lubuk Basung untuk proses identifikasi oleh petugas gabungan.

Hingga Jumat (2/1), tercatat sebanyak lima jenazah dan potongan tubuh korban banjir bandang Salareh Aia masih diamankan di cold storage bantuan Polda Riau yang ditempatkan di RSUD Lubuk Basung. Seluruhnya masih berstatus tanpa identitas, dan hingga kini belum ada keputusan resmi terkait waktu pemakaman.

Kepala Pelayanan dan Koordinator Forensik RSUD Lubuk Basung, dr. Syahroni, saat dikonfirmasi Wartapatroli.com Jum’at (2/1) menjelaskan bahwa potongan tubuh terbaru yang ditemukan sudah dalam kondisi tidak dapat dikenali secara visual.

“Tim forensik Polres Agam dan DVI Polda Sumbar menerima satu potongan tubuh yang diduga berjenis kelamin perempuan. Bagian yang ditemukan terutama dari pinggang ke atas, dengan kondisi sangat rusak akibat tertimbun lumpur,” ujar dr. Syahroni.

Ia menambahkan, seluruh sampel biologis dari potongan tubuh tersebut telah diambil dan dilaporkan ke DVI Polda Sumbar untuk proses identifikasi lanjutan melalui metode DNA.

Sementara itu, empat potongan tubuh lain yang sebelumnya ditemukan juga telah diambil sampel DNAnya dan dikirim untuk pemeriksaan. Hingga kini, seluruhnya masih disimpan di lemari pendingin RSUD Lubuk Basung sambil menunggu hasil identifikasi dan keputusan lanjutan dari pihak berwenang.

Di sisi lain, meski pemerintah daerah telah secara resmi menghentikan operasi pencarian, keluarga korban bersama relawan masih terus menyusuri sisa-sisa lumpur, sungai, dan reruntuhan di Salareh Aia. Pencarian dilakukan dengan harapan terakhir menemukan anggota keluarga mereka yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Di tanah yang dilanda galodo, ketika sirene darurat telah senyap, duka belum menemukan ujungnya. Salareh Aia masih menyimpan cerita tentang tubuh-tubuh yang tercerai, nama-nama yang belum kembali, dan keluarga yang bertahan dalam penantian panjang di antara lumpur, doa, dan harap yang nyaris habis.(Bagindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *