Agam  

Mengenang Siti Manggopoh : Putri Pejuang dari Ranah Minang

Oleh : Yusra Wafilma

Agam, wartapatroli.com – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Agam menggelar upacara dan napak tilas sejarah perjuangan Siti Manggopoh, seorang srikandi asal Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, yang dikenal gigih menentang penjajahan Belanda pada awal abad ke-20.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Agam, Senin (10/11), dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh adat, pelajar, serta masyarakat setempat. Upacara ini juga diisi dengan pembacaan riwayat perjuangan Siti Manggopoh, yang dikenal sebagai “Putri Pejuang dari Lubuk Basung” simbol keberanian dan semangat juang kaum perempuan Minangkabau dalam mempertahankan kedaulatan bangsa.

Riwayat Singkat Perjuangan Siti Manggopoh

Siti Manggopoh, yang memiliki nama asli Siti Chadijah, lahir di Nagari Manggopoh, Kabupaten Agam, pada akhir abad ke -19. Ia dikenal karena keberaniannya memimpin perlawanan rakyat terhadap penjajahan Belanda dalam peristiwa yang dikenal sebagai “Perang Manggopoh” tahun 1908.

Perang Manggopoh berawal dari penolakan rakyat terhadap kebijakan Belasting (pajak) yang diberlakukan Belanda. Rakyat menilai pajak tersebut menindas dan tidak adil. Dalam situasi penuh tekanan itu, muncul sosok Siti Manggopoh yang memimpin pasukan rakyat menentang kekuasaan kolonial.

Bersama suaminya, Abdullah, dan para tokoh adat Manggopoh, ia menggerakkan rakyat dengan semangat perlawanan luar biasa. Meskipun akhirnya ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara oleh Belanda, keberanian Siti Manggopoh meninggalkan jejak abadi dalam sejarah perjuangan bangsa.

Simbol Keberanian dan Keteguhan Perempuan Minangkabau

Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM Dt. Tan Batuah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sosok Siti Manggopoh merupakan teladan bagi generasi muda, terutama perempuan, untuk terus berperan aktif dalam pembangunan bangsa.

“Siti Manggopoh adalah contoh nyata bahwa semangat juang tidak mengenal gender. Dari Lubuk Basung, beliau menunjukkan kepada dunia bahwa perempuan Minangkabau punya keberanian, tekad, dan kecintaan luar biasa terhadap tanah air,” ujar Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Agam, juga menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjadikan situs perjuangan Siti Manggopoh sebagai destinasi wisata sejarah dan edukasi agar nilai perjuangan ini tidak lekang oleh waktu.

Warisan Semangat untuk Generasi Muda

Di akhir acara, dilakukan penyerahan karangan bunga di monumen perjuangan Siti Manggopoh di Nagari Manggopoh sebagai bentuk penghormatan. Pelajar dan generasi muda Lubuk Basung turut menampilkan drama sejarah bertema “Api Perlawanan dari Ranah Manggopoh”, yang menggambarkan keberanian Siti Manggopoh melawan penjajahan.

Momentum peringatan ini menjadi pengingat bahwa dari tanah Agam, pernah lahir seorang perempuan luar biasa yang menggetarkan penjajahan Belanda seorang pahlawan yang lahir dari rakyat dan berjuang untuk rakyat.(*)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *