Agam  

Muhammad Iqbal bersama Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja, “Meninjau Luka Alam, Menaut Harapan Di Malalak”

Agam, Wartapatroli.com – Langit Malalak masih menyisakan warna muram ketika rombongan Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, tiba bersama Pengarah BNPB, Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja, pada Selasa (2/12).tiba di Jejak galodo yang melanda kawasan itu tampak seperti guratan luka di tubuh alam memanjang, menganga, dan menyimpan duka yang belum sepenuhnya terucap.

Namun di balik puing-puing material dan aroma tanah basah, ada semangat yang tetap menyala semangat pulih.

Meninjau Luka Alam, Menaut Harapan

Setiap langkah di lokasi bencana seolah menjadi dialog sunyi antara pemerintah dan warga yang terdampak. Brigjen Ary memandangi reruntuhan bangunan dan jalan yang tertimbun lumpur, lalu memberikan instruksi tegas namun penuh empati kepada pemerintah kecamatan.

“Mohon seluruh kerusakan diinventarisir secara detail. Data ini nantinya menjadi dasar pengusulan rehabilitasi dan rekonstruksi dari pemerintah pusat,” ujarnya, “menjawab Wartapatroli.com Selasa (2/12).

Pesan itu bagai ketukan pertama bagi proses bangkitnya Malalak bahwa setiap batu yang bergeser dan setiap atap yang runtuh akan dihitung, diperhatikan, dan dipulihkan.

Wakil Bupati : Bergerak Cepat, Mengobati Dampak

Di tengah lanskap yang berubah dalam semalam, Wakil Bupati Muhammad Iqbal, SE, S Com, memastikan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam.

“Kami ingin memastikan penanganan berjalan maksimal. Kerusakan cukup berat, dan kami bersama BNPB terus berkoordinasi agar bantuan bisa segera terealisasi,” ucapnya, menatap area yang dulu menjadi jalur kehidupan warga.

Ia juga menyebut bahwa pembersihan material galodo di jalur utama Malalak terus dipercepat. Deru alat berat terdengar seperti denyut nadi baru yang mulai memompa kehidupan kembali ke daerah itu.

“Alat berat sudah bekerja sejak pagi. Kita berharap jalur ini segera normal kembali,” tambahnya.

Pencarian Korban: Kerja Senyap yang Sarat Harapan

Di sudut lain Malalak, tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, hingga relawan masyarakat masih memecah keheningan dengan suara sekop dan alat pendeteksi. Mereka mencari empat warga yang masih hilang dengan keyakinan bahwa harapan tak boleh redup, meski hari telah berkali-kali berganti.

Setiap upaya mereka bukan sekadar tugas, melainkan penghormatan bagi manusia yang tertelan bencana.

Penanganan Darurat : Dari Duka Menuju Pemulihan

Pemerintah Kabupaten Agam menegaskan bahwa tahapan tanggap darurat akan terus berjalan hingga kondisi di Malalak benar-benar pulih.

Di antara kabut pegunungan dan udara sejuk yang kini terasa berat, ada tekad bersama yang perlahan menghangatkan suasana: tekad untuk bangkit, memperbaiki, dan merawat kembali tanah yang terluka.

Karena setiap bencana, seberapa pun kelamnya, selalu menyisakan satu ruang kecil bagi harapan dan di Malalak hari ini, harapan itu sedang diperjuangkan.”Pungkasnya.(Bagindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *