Agam  

Operasi Pencarian Korban Hanyut Disiapkan dalam Rapat Malam Kedaruratan

Agam, Wartapatroli.com, – Malam di Lubuk Basung berubah menjadi arena kesiap siagaan besar ketika puluhan personel dari berbagai unsur berkumpul dalam satu koordinasi terpadu. Di bawah langit yang masih diselimuti ancaman hujan, Kantor Camat Lubuk Basung, Rabu (26/11) malam, menjadi pusat komando darurat untuk menyusun strategi lanjutan pencarian korban hanyut di aliran Sungai Batang Antokan.

Sejak pukul 19.00 WIB, satu per satu unsur penting hadir, jajaran Polsek Lubuk Basung dipimpin Kanit Reskrim Aipda Dahliantonni, didampingi Bripda M. Dede Sulaiman dan Bhabinkamtibmas Nagari Manggopoh Brigpol Defrinaldi. Unsur Forkopimca, perangkat nagari, TNI, BPBD, PMI, Babinsa, relawan, hingga masyarakat dari berbagai jorong turut menyatukan langkah.

Di ruang briefing yang dipenuhi peta aliran sungai, radio komunikasi, dan catatan perkembangan lapangan, pembahasan terpusat pada satu nama “Joni Candra”, korban yang hingga kini belum ditemukan sejak terseret arus Batang Antokan Rabu (26/11) siang.

Camat Lubuk Basung, Ricky Eka Putra, yang memimpin koordinasi, menegaskan bahwa operasi penyelamatan esok pagi harus bergerak dengan kekuatan penuh.

“Kami mengerahkan seluruh potensi yang ada. Mulai dari TNI, Polri, BPBD, PMI, hingga masyarakat. Malam ini kita matangkan strategi agar pencarian besok lebih efektif,” tegas Ricky dalam rapat yang berlangsung intens namun tetap kondusif.

Saat dikonfirmasi Wartapatroli.com Rabu (26/11) malam di ruang kerjanya Ricky menyampaikan, tim sepakat untuk kembali menyisir sungai pada Kamis (27/11) pagi, dengan titik kumpul di Kantor Camat pada pukul 07.30 WIB sebelum tim diturunkan ke beberapa sektor pencarian.

“Kami berharap cuaca mendukung dan medan bisa dijangkau dengan optimal. Fokus utama kita adalah menemukan korban secepat mungkin,” tambahnya.

Suasana koordinasi semakin terasa kolosal ketika berbagai unsur komando berdiskusi sambil membentangkan peta jalur air Batang Antokan memperkirakan area jeram, titik belokan sungai, hingga zona rawan yang berpotensi menjadi tempat korban tersangkut.

Kehadiran Kanit Intel, Ka SPKT, Babinsa, serta anggota DPRD Provinsi Sumateta Barat, Ridwan Dt Tumbijo, yang notabene seorang pemangku adat (Ninik Mamak-red) di lubuk Basung, turun langsung memberi dukungan, menambah bobot kekuatan operasi penyelamatan malam itu. Semua pihak menunjukkan solidaritas tinggi, seolah mengikat kesepakatan tak tertulis bahwa pencarian ini adalah misi bersama seluruh masyarakat Lubuk Basung.

Di akhir briefing, suasana penuh tekad menyelimuti tim. Senter-senter disiapkan, perahu karet diperiksa, dan unit komunikasi diuji ulang.

Satu harapan besar memenuhi ruangan agar operasi besok menghadirkan titik terang tentang keberadaan Joni Candra.

Malam itu, Lubuk Basung menyaksikan bagaimana sebuah bencana mempersatukan banyak pihak dalam satu upaya kolosal untuk menjemput harapan terakhir.(Bagindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *