Agam  

Pemerintah Kabupaten Agam Menyalakan Harapan Para Penyintas Galodo Gunung Marapi Di Hunian Tetap “Huntap” Talago,

Agam, Wartapatroli com, – Di bawah langit Talago yang perlahan kembali teduh, Pemerintah Kabupaten Agam menyalakan kembali harapan para penyintas galodo Gunung Marapi. Bertempat di Hunian Tetap (Huntap) Talago, Kecamatan Lubuk Basung, bantuan alat produksi usaha diserahkan kepada 69 kepala keluarga sebagai ikhtiar nyata membangkitkan denyut ekonomi pascabencana.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Kabupaten Agam, Endrimelson, mewakili Bupati Agam Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt Tan Batuah, Kamis (18/12). Momentum ini menjadi penanda bahwa pemulihan bukan sekadar wacana, melainkan kerja nyata yang menyentuh dapur dan masa depan warga.

Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Camat Lubuk Basung, Ricky Eka Putra, sebagai simbol kolaborasi lintas sektor dalam merajut kembali kemandirian masyarakat terdampak.

Dalam sambutannya, Endrimelson menegaskan bahwa kebangkitan ekonomi warga menjadi ruh utama kebijakan pemerintah daerah.
“Bencana memang datang tanpa undangan, namun kehadiran pemerintah adalah janji yang tidak boleh absen. Bantuan alat produksi ini diharapkan menjadi pemantik semangat, agar usaha warga kembali bernyala dan ekonomi keluarga tumbuh lebih mandiri,” ujarnya, menyampaikan pesan Bupati Agam.

Ia menjelaskan, setiap bantuan yang disalurkan telah melalui tahapan verifikasi dan survei lapangan, sehingga tepat guna dan sesuai dengan potensi usaha masing-masing penerima.
“Kami tidak sekadar menyerahkan barang, tetapi menanam harapan jangka panjang. Bantuan ini dirancang agar usaha warga di Huntap tidak hanya hidup kembali, tetapi juga berkembang,” tambahnya.

Tercatat sebanyak 44 jenis barang bantuan disalurkan, yang diklasifikasikan ke dalam empat kategori utama, meliputi peralatan kerja, peralatan rumah tangga dan dapur, alat rakitan, serta mesin dan perkakas. Ragam bantuan ini menjadi fondasi baru bagi warga Huntap Talago untuk menata ulang roda kehidupan.

Di tengah keterbatasan pascabencana, bantuan ini hadir bukan sekadar sebagai simbol kepedulian, melainkan sebagai investasi sosial menyatukan empati, keberpihakan, dan keyakinan bahwa dari puing bencana, kesejahteraan dapat kembali ditumbuhkan.(Era Darwis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *