Agam, Wartapatroli.com, – Di tengah langit yang masih menyisakan kelabu dan aroma tanah basah, Pemerintah Kabupaten Agam terus mempercepat penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah kecamatan. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), pemetaan terbaru sebaran alat berat dirilis pada Selasa (10/12/).
Deru mesin excavator dan dentingan rantai dump truk seolah menjadi simfoni baru di wilayah terdampak—irama pemulihan yang berpacu dengan waktu.
Puluhan armada alat berat kini bekerja tanpa jeda, membuka akses yang tertutup dan mengangkat lumpur yang membenamkan harapan warga. Dalam laporan “Mapping Bantuan Alat Berat”, Kecamatan Palembayan menjadi episentrum gerak cepat. Sebanyak 13 excavator besar, 6 excavator mini, dan 29 dump truk dikerahkan ke titik-titik longsor yang hingga kini masih menutup pemukiman.
Kecamatan Tanjung Raya, yang didera kerusakan paling parah, juga mendapat dukungan signifikan: 9 excavator besar, 2 excavator mini, dan 3 dump truk. Di sekitar Danau Maninjau, bayang-bayang tebing runtuh disibakkan oleh lengan-lengan besi yang terus mengeruk material, membuka kembali nadi transportasi warga.
Di Malalak, 5 excavator besar, 5 excavator mini, dan 1 dump truk bekerja serempak, sementara kecamatan lain Ampek Angkek, Kamang Magek, Palupuh, Lubuk Basung, hingga Tanjung Mutiara—juga mendapat alokasi alat berat sesuai kebutuhan lapangan.
Kepala Dinas PUTR Agam, Ofrizon, menyebut distribusi alat berat dilakukan secara dinamis.
“Kami memprioritaskan wilayah yang aksesnya terputus total dan lokasi dengan tumpukan material longsor besar. Update kebutuhan dilakukan setiap hari, mengikuti ritme medan yang terus berubah,” ujarnya.
Sinergi lintas lembaga turut mempertebal kekuatan. Bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan sejumlah mitra mengalir, menyatukan tenaga untuk mempercepat pemulihan.
Kepala Dinas Kominfo Agam, Roza Syafdefianti, menegaskan bahwa pemerintah bergerak total dalam memastikan proses penanganan berjalan optimal.
“Penyebaran alat berat ini menjadi kunci membuka akses dan mendukung evakuasi. Setiap perkembangan kami sampaikan secara berkala agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas,” tuturnya.
Di antara hamparan tanah longsor dan puing kehidupan, semangat kolaborasi tumbuh seperti tunas kecil yang menembus sisa lumpur. Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengulurkan bantuan.
“Terima kasih kepada provinsi, instansi vertikal, dan para mitra. Penanganan ini tidak bisa dilakukan sendiri; kolaborasi adalah kekuatan utama,” ujar Roza.
Dari Palembayan hingga Danau Maninjau, suara mesin bekerja kini bukan sekadar deru logam melainkan lagu keteguhan, tanda bahwa Agam tidak menyerah. Di balik bunyi alat berat, ada harapan yang perlahan bangkit kembali.(Bagindo)












