Agam  

Pendidikan Agam Kembali Tercoreng, Duel Pelajar SMP Viral 

Lubuk Basung, Wartapatroli.com –

Belum reda kasus pengeroyokan satpam sekolah oleh oknum murid dan orang tua di SMPN 7 Lubuk Basung beberapa waktu lalu, kini dunia pendidikan Kabupaten Agam kembali mendapat sorotan tajam. Sebuah video berdurasi singkat yang memperlihatkan aksi perkelahian dua pelajar berseragam SMP beredar luas di media sosial dan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.

Dari informasi yang diperoleh wartapatroli.com, insiden itu terjadi pada Selasa, 4 November 2025, di lokasi yang tidak jauh dari lingkungan sekolah. Dalam video tersebut, terlihat dua pelajar saling adu jotos sementara sejumlah rekan sejawat justru menonton tanpa berusaha melerai.

Aksi tak terpuji ini sontak menuai kecaman dari berbagai pihak. Pasalnya, perilaku kekerasan di lingkungan pendidikan tidak hanya mencoreng nama baik sekolah, tetapi juga menandakan rendahnya pengawasan dan pembinaan karakter siswa di lembaga pendidikan.

Masyarakat menilai bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Agam terkesan abai terhadap maraknya kasus kenakalan remaja di lingkungan sekolah akhir-akhir ini. Sebelumnya, publik juga sempat dikejutkan oleh kasus kekerasan terhadap petugas keamanan sekolah, dan kini muncul kembali insiden perkelahian pelajar yang mencerminkan lemahnya pembinaan mental serta kedisiplinan di kalangan peserta didik.

“Ini sudah kesekian kalinya dunia pendidikan Agam tercoreng. Pemerintah daerah harus segera turun tangan. Jangan hanya diam menunggu kasus viral baru bertindak,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Lubuk Basung yang enggan disebutkan namanya.

Kritikan juga diarahkan pada pihak sekolah dan orang tua yang dinilai kurang aktif menanamkan nilai moral dan etika pada anak-anak.

“Anak-anak sekarang lebih mudah terpengaruh lingkungan dan media sosial. Kalau tidak dibina sejak dini, kekerasan akan dianggap hal biasa,” tambahnya.

Sayangnya, ketika dikonfirmasi oleh wartapatroli.com, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Agam belum dapat dimintai keterangan karena sedang melakukan dinas luar.

Publik berharap pemerintah daerah segera menindak tegas pelaku serta memperkuat program pembinaan karakter di sekolah, agar dunia pendidikan di Agam kembali bersih dari aksi-aksi kekerasan yang mencoreng citra pelajar.(Bagindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *