Oleh : Yusra Wafilma
Pemred : Wartapatroli.com
Tahun 2026 datang tanpa dentuman kembang api yang riuh, tanpa hiruk-pikuk pesta yang gemerlap.
Ia hadir perlahan, seperti langkah senyap seorang peziarah yang menundukkan kepala di hadapan luka-luka alam dan duka manusia.
Keluarga besar media online Wartapatroli.com menyampaikan selamat memasuki tahun baru 2026.
Sebuah ucapan yang lahir bukan dari euforia, melainkan dari doa yang lirih semoga di tahun yang baru ini, kita semua senantiasa diberkahi oleh Allah SWT, diberi kekuatan iman, kelapangan hati, dan keteguhan jiwa.
Di Kabupaten Agam, alam masih menyisakan jejak amarahnya. Banjir, longsor, dan kehilangan telah menjadi guru yang keras namun jujur.
Dari tanah yang retak dan air yang meluap, kita belajar bahwa manusia hanyalah tamu di bumi, dan kesombongan sering kali dibalas dengan peringatan.
Semoga bencana yang melanda Agam segera berakhir. Semoga luka-luka alam dipulihkan, dan luka batin masyarakat disembuhkan oleh waktu, gotong royong, serta kasih yang tulus.
Di tengah kesunyian posko pengungsian dan rumah singgah, harapan tetap menyala kecil, namun setia.
Pergantian tahun bukan sekadar perpindahan angka, melainkan undangan untuk berintrospeksi. Untuk menoleh ke belakang dengan jujur, mengakui khilaf yang pernah kita lakukan, dan menata langkah ke depan dengan lebih arif.
Tahun baru mengajarkan bahwa menjadi manusia berarti terus belajar merendah, memperbaiki diri, dan menjaga harmoni dengan sesama serta alam.
Biarlah tahun 2026 menjadi lembaran baru yang ditulis dengan empati, kesederhanaan, dan kepedulian. Di bawah langit Agam yang pernah murka, kita menanam doa agar esok lebih teduh, lebih bijaksana, dan lebih manusiawi.
Selamat Tahun Baru 2026.
Dalam doa, dalam duka, dan dalam harap.(*)












