Agam, Wartapatroli.com — Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang telah berlangsung sejak Oktober 2025 mulai menunjukkan hasil nyata. Para peserta pelatihan menggelar talk show praktik baik sebagai bentuk implementasi ilmu yang telah dipelajari. Kegiatan tersebut berlangsung di aula SMP Negeri 3 Lubuk Basung, Minggu (7/12).
Pelatihan yang digagas oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sumatera Barat ini dinilai memberikan pembaruan signifikan dalam praktik mengajar para guru. Peserta pelatihan, Rahmawati Sahar, mengungkapkan bahwa materi pembelajaran mendalam membuka wawasan baru bagi pendidik.
Pelatihan Pembelajaran Mendalam membawa banyak pembaruan bagi kami. Banyak ilmu baru yang memperkaya cara pandang kami dalam mendidik,” ujarnya.
Peserta lainnya, Ira, menekankan bahwa pelatihan tersebut berhasil mendorong perubahan pola pikir guru dari fixed mindset menuju growth mindset.
Dengan pelatihan ini, kami semakin terdorong untuk berinovasi. Guru tidak boleh terpaku pada cara-cara lama,” katanya.

Selama ini kami merasa sudah cukup. Namun setelah pelatihan ini, kami sadar masih banyak hal yang perlu diperbaiki,” tuturnya.
Sementara itu, tutor pelatihan Rusyda, S.Pd., M.Pd., berharap seluruh peserta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah masing-masing.
Kami ingin pelatihan ini benar-benar berdampak pada perubahan cara mengajar. Semoga guru semakin mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik,” ujarnya.
Kegiatan talk show ini turut dihadiri Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Deputra Ariandi, S.Pd., M.Pd., beserta para kepala bidang lainnya. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan kompetensi guru seiring perkembangan zaman.
Dalam sambutannya, Deputra Ariandi berpesan agar para peserta sungguh-sungguh mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama pelatihan.
Jadikan ilmu yang telah didapat sebagai ibadah dan bentuk pengabdian kepada dunia pendidikan,” harapnya.

Pihak dinas juga menyampaikan permohonan maaf dari Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Andri Naldi, yang tidak dapat hadir karena harus mendampingi Bupati Agam Benni Warlis meninjau kondisi masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor.
Di penghujung acara, Deputra Ariandi mengajak seluruh peserta untuk turut mendoakan para korban bencana yang tengah berjuang memulihkan kehidupan mereka.
Talk show praktik baik ini menjadi langkah nyata komitmen guru-guru Kabupaten Agam dalam meningkatkan kualitas pembelajaran demi menciptakan pendidikan yang lebih adaptif dan bermakna.












