Agam, Wartapatroli.com — Kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke lokasi terdampak bencana di Posko Pengungsi SD Negeri 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (18/12), menjadi penguat moral dan peneguh harapan bagi masyarakat yang tengah dilanda musibah.
Bupati Agam Benni Warlis menyampaikan, kehadiran Presiden di tengah warga pengungsi memberikan rasa tenang, empati, dan semangat baru bagi masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, meski kondisi tidak memungkinkan untuk berinteraksi langsung dengan seluruh warga, perhatian dan kepedulian Presiden terasa kuat.
“Kehadiran Presiden menjadi penghibur dan penyemangat bagi masyarakat. Ini bukti bahwa negara hadir dan peduli terhadap penderitaan rakyatnya,” ujar Benni Warlis usai mendampingi Presiden di lokasi.
Selain masyarakat, kata Benni, pemerintah daerah juga merasakan kebahagiaan dan kebanggaan atas kunjungan kerja Presiden ke Kabupaten Agam. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo berulang kali menyampaikan pesan agar warga tetap tenang dan bersabar, serta menegaskan bahwa pemerintah akan bertanggung jawab penuh atas penanganan dampak bencana.
Presiden juga memberikan jaminan terkait pembangunan hunian bagi warga terdampak, baik hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap. Masyarakat dipersilakan tetap tinggal di kampung asal selama lokasi tersebut tidak berada di zona merah dan tidak membahayakan keselamatan.
“Pesan ‘Bapak dan Ibu tidak sendiri’ disampaikan Presiden lebih dari satu kali. Itu menjadi penenang dan obat bagi kegelisahan masyarakat,” kata Benni, menjawab Wartapatroli.com Kamis (18/12)
Lebih lanjut, Benni menjelaskan bahwa pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi dan pusat akan memfasilitasi pembangunan hunian secara fleksibel, termasuk bagi kelompok warga yang ingin tinggal secara komunal maupun mandiri di lahan milik sendiri, dengan pendampingan BPBD dan BNPB.
Terkait data hunian, Pemerintah Kabupaten Agam merencanakan pembangunan 117 unit rumah, terdiri dari 84 unit di lokasi umum serta sisanya tersebar di Kecamatan Salareh Aia, Matua, dan Palupuah. Saat ini, proses pendataan dilakukan secara detail dengan sistem by name by address guna memastikan ketepatan sasaran.
“Masyarakat diminta menandatangani pernyataan agar rumah yang dibangun benar-benar ditempati. Verifikasi dilakukan bersama jorong dan wali nagari,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo juga meninjau langsung kondisi pengungsi di posko yang saat ini menampung 271 jiwa dari 85 kepala keluarga, sekaligus memastikan penanganan darurat dan kebutuhan dasar pengungsi berjalan dengan baik.
Benni Warlis menegaskan, kunjungan ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan bencana di Kabupaten Agam.
“Pemerintah pusat benar-benar hadir dan bekerja bersama kami untuk masyarakat,” tutupnya.(Bagindo)












