Agam, Wartapatroli.com, – Nagari Salareh Aia Timur, Palembayan Dalam balutan suasana penuh haru dan kebersamaan, ratusan warga Nagari Salareh Aia Timur menggelar doa bersama sekaligus acara pelepasan personel Polda Riau yang telah berhari-hari berjibaku membantu penanganan banjir bandang di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Halaman SMPN 3 Palembayan menjadi saksi kebersamaan itu, Kamis (11/12) malam, ketika masyarakat dan aparat bersatu dalam rasa syukur, duka, dan penghormatan.
Deretan pejabat kepolisian hadir dalam acara tersebut, di antaranya Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto, Dansat Brimob Polda Sumbar Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik, serta Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa. Hadir pula Ka SPN Kombes Pol Indra Duaman, Dir Samapta Polda Riau Kombes Pol Syahrial M Said, Kabiddokkes Kombes Pol dr. Wahono Edhi, serta Dir Samapta Polda Sumbar Kombes Pol Akhmadi bersama jajaran.
Dari unsur daerah tampak Wali Nagari Salareh Aia Timur Ahmad Fauzi, para wali jorong, tokoh masyarakat, Kapolsek Palembayan AKP Alwizi Safriadi, serta warga yang memenuhi seluruh halaman sekolah membentuk lingkar doa yang hangat dan menguatkan.
Acara dibuka dengan doa untuk keselamatan warga serta para petugas yang telah bertugas tanpa kenal lelah. Dalam keheningan malam, doa itu bergema lembut, seolah mengalir bersama angin perbukitan yang masih menyimpan jejak bencana.
Usai doa, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto menyampaikan apresiasi yang tulus.
“Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan warga. Selama bertugas di sini, kami merasakan betapa kuatnya solidaritas masyarakat Agam. Semoga kondisi segera pulih dan masyarakat kembali bangkit,” ujarnya, saat dikonfirmasi wartapatroli.com, Kamis (11/12) disambut anggukan haru warga.
Wali Nagari Salareh Aia Timur Ahmad Fauzi juga menyampaikan sambutan yang penuh rasa syukur dan terima kasih.
“Keberadaan personel Polda Riau sangat berarti bagi kami. Mereka bukan hanya datang membawa bantuan, tapi menjadi penguat mental bagi warga di masa tersulit,” tuturnya, dengan suara yang sempat bergetar menahan haru.
Para tokoh masyarakat kemudian menyampaikan doa agar seluruh aparat kembali ke daerah tugas masing-masing dalam keadaan selamat, membawa pulang kebaikan yang telah mereka tanam di tanah Palembayan.
Acara ditutup dengan foto bersama dan makan bajamba sebuah tradisi yang menyimbolkan kebersamaan. Senyum, tawa ringan, dan tatapan saling menghargai mewarnai malam itu, menjadi penanda bahwa di balik setiap bencana, selalu ada persaudaraan yang tumbuh lebih kuat.
Bagi warga Salareh Aia Timur, malam itu bukan sekadar pelepasan, melainkan penghormatan atas dedikasi Polri. Sebuah momen yang diyakini akan terus dikenang, sebagai bukti bahwa di tengah luka bencana, manusia tetap saling menguatkan.(Bagindo)












