Agam  

Rekapitulasi Nagari Dan Jorong Terdampak, Akses Yang Terputus Perlahan Kembali Terbuka,

Agam, Wartapatroli.com, – Di tengah deru alam yang belum sepenuhnya reda, Pemerintah Kabupaten Agam terus berjibaku memastikan denyut kehidupan masyarakat tetap terhubung. Hingga Selasa (17/12) pukul 20.00 WIB, tercatat 19.902 jiwa terdampak gangguan akses, sementara 26 jiwa lainnya masih terisolasi, menanti jalan yang kembali membuka harapan.

Berdasarkan rekapitulasi data nagari dan jorong terdampak, sebagian besar wilayah di Kabupaten Agam kini mulai bernafas lega. Akses yang sempat terputus perlahan kembali terbuka, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, di balik kabar baik itu, masih tersisa sejumlah titik yang hanya dapat dijangkau dengan langkah kaki atau jalur alternatif yang memutar jauh, menembus sisa luka alam.

Satu wilayah yang hingga kini masih terisolasi sepenuhnya berada di Jorong Banio Baririk, Nagari Pagadih, Kecamatan Palupuh. Di sana, 10 kepala keluarga dengan total 26 jiwa masih terkurung keterbatasan, karena akses kendaraan belum dapat menembus wilayah tersebut.

Sementara itu, keterbatasan akses juga masih dirasakan di beberapa lokasi lain. Di Nagari Harasam, Jorong Air Kijang, Kecamatan Nan Tujuah, warga hanya dapat keluar masuk wilayah dengan berjalan kaki. Di Kecamatan Malalak, beberapa jorong hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, bahkan sebagian harus ditempuh dengan menyeberangi sungai atau memutar melalui jalur panjang dari arah Padang Pariaman.

Saat dikonfirmasi Wartapatroli.com, Rabu (16/12) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam, Roza Syafdefianti, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus memperbarui data dan memperkuat koordinasi dengan perangkat nagari serta kecamatan, demi memastikan setiap kondisi di lapangan tercatat dan tertangani.

“Data ini kami himpun secara berkala dari laporan kecamatan dan nagari. Secara umum, kondisi akses sudah mulai membaik, namun masih ada beberapa titik yang menjadi perhatian serius karena warganya belum sepenuhnya terhubung,” ujar Roza.

Ia menambahkan, berbagai langkah percepatan terus dilakukan bersama instansi terkait. Salah satunya adalah pembangunan jembatan darurat di Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, yang kini sudah dapat dilalui warga, menjadi simbol kembalinya denyut mobilitas masyarakat.

“Fokus kami adalah memastikan tidak ada warga yang terisolasi terlalu lama. Untuk lokasi yang masih terputus, penanganan darurat dan pembukaan akses sementara terus dilakukan sambil menunggu perbaikan permanen,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Agam pun mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi arahan aparat setempat, khususnya di wilayah yang aksesnya masih terbatas atau rawan dilalui.
Di tengah keterbatasan, sinergi dan kesabaran menjadi jembatan terkuat, sembari menanti pulihnya bumi dan kehidupan kembali berjalan seiring.(Bagindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *